Simulasi aksi pelumpuhan terorisme ini digelar Rabu (30/3/2011). Skenario dimulai dari unjuk rasa di depan kilang minyak Pertamina RU IV, Cilacap, Jawa Tengah yang dikawal Polres Cilacap. Kemudian ada teroris bersenjata api dan bom masuk ke kantor Pertamina dengan menyamar sebagai rekanan dan cleaning service.
Mereka melumpuhkan 5 satpam Pertamina lantas menyandera manajer kilang minyak dan stafnya. Para teroris meminta 2 rekannya yang dipenjara di LP Nusakambangan dibebaskan. Brimob Polda Jateng pun diterjunkan ke lokasi untuk membebaskan 10 sandera dan melumpuhkan 6 teroris.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Blar! Robot pun menghancurkan bom milik teroris. Tim Labfor dan 3 ambulans lantas datang ke lokasi kejadian dan mengevakuasi para korban. Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Edward Aritonang yang menyaksikan simulasi ini tampak puas.
"Simulasi telah diperagakan, inilah standar-standar kita untuk mengamankan objek vital" kata Irjen Pol Edward Aritonang kepada wartawan usai simulasi di kantor Pertamina Cilacap.
Edward menjelaskan unit kontra terorisme sudah ada di tingkat kabupaten. Sehingga, polisi bisa cepat tanggap menyikapi aksi teror di Jawa Tengah tanpa bergantung dengan Semarang.
"Kemampuan menghadapi teror kita unitnya sudah ada di Purwokerto, jadi rekan-rekan jangan membayangkan berapa jam dari Semarang untuk sampai di Cilacap. Semua itu ada di tingkat-tingkat eks Polwil," jelasnya.
Dia juga menambahkan, kepada masyarakat jangan sungkan-sungkan melaporkan kepada polisi bila ada gangguan atau ancaman serius apalagi ancaman terorisme.
"Masyarakat sudah sadar sendiri. Jika ada orang-orang yang mencoba melakukan tindakan ini, saya yakin masyarakat Cilacap sudah sadar untuk melaporkan hal tersebut," tambah Edward.
(fay/vit)











































