Foke Setuju Pemetaan Gempa di Jakarta

Foke Setuju Pemetaan Gempa di Jakarta

- detikNews
Rabu, 30 Mar 2011 15:23 WIB
Jakarta - Gubernur Jakarta Fauzi Bowo (Foke) memandang perlu dilakukan pemetaan mikrozonasi daerah rawan gempa. Dia berharap hal itu terwujud sebelum dia lengser.

"Tadi disarankan tim penasihat kontruksi bangunan ada mikrozonasi. Menurut saya itu diperlukan. Mudah-mudahan sebelum gubernurnya berhenti sudah ada mikrozonasi," ujar Foke Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (30/3/2011).

Hal itu dikatakan Foke usai menerima tim penasihat konstruksi bangunan. Dia didampingi sejumlah pejabat Pemprov DKI Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Foke, standar bangunan yang tahan gempa di Jakarta secara rutin diubah setiap 3-5 tahun. Terakhir standar bangunan gempa ditetapkan pada 2009.

Foke menjelaskan, tim penasihat kontruksi bangunan itu menyatakan jika gempa yang akan berpengaruh pada Jakarta disebabkan oleh pertemuan lempengan Asia dan Australia.

"Kalau di-zoom in, ada 8 potensial episentrum yang akan di sekitar Jakarta," katanya. Mikrozonasi bertujuan untuk mitigasi dan antisipasi gempa.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) DKI Hari Sasongko menjelaskan, mikrozonasi adalah pemetaan tanah di Jakarta setiap 100 meter persegi. Tujuannya agar dapat ditentukan ditentukan zona rawan atau aman.

Hari menambahkan, bangunan di Jakarta tahan gempa hingga 8,5 SR. Namun bangunan akan tahan bila pusat gempa jauh di luar Jakarta.

"Tapi yang dimaksud tahan gempa bukan berarti bangunan tidak roboh. Tapi kita meminimalisir akibat yang ditimbulkkan oleh gempa," tutur Hari.


(nik/nrl)


Berita Terkait