"Tadi disarankan tim penasihat kontruksi bangunan ada mikrozonasi. Menurut saya itu diperlukan. Mudah-mudahan sebelum gubernurnya berhenti sudah ada mikrozonasi," ujar Foke Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (30/3/2011).
Hal itu dikatakan Foke usai menerima tim penasihat konstruksi bangunan. Dia didampingi sejumlah pejabat Pemprov DKI Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foke menjelaskan, tim penasihat kontruksi bangunan itu menyatakan jika gempa yang akan berpengaruh pada Jakarta disebabkan oleh pertemuan lempengan Asia dan Australia.
"Kalau di-zoom in, ada 8 potensial episentrum yang akan di sekitar Jakarta," katanya. Mikrozonasi bertujuan untuk mitigasi dan antisipasi gempa.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) DKI Hari Sasongko menjelaskan, mikrozonasi adalah pemetaan tanah di Jakarta setiap 100 meter persegi. Tujuannya agar dapat ditentukan ditentukan zona rawan atau aman.
Hari menambahkan, bangunan di Jakarta tahan gempa hingga 8,5 SR. Namun bangunan akan tahan bila pusat gempa jauh di luar Jakarta.
"Tapi yang dimaksud tahan gempa bukan berarti bangunan tidak roboh. Tapi kita meminimalisir akibat yang ditimbulkkan oleh gempa," tutur Hari.
(nik/nrl)











































