"Sampai saat ini belum ada yang positif flu burung. Masih suspect saja," kata Endang usai membuka Kongres Persatuan Dokter Gigi Indonesia di Discovery Kartika Plaza Hotel, Jl Kartika Plaza, Kuta, Rabu (30/3/2011).
Endang mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk mengatasi jika Bali kembali terjangkit flu burung.
"Kita akan bekerjasama dengan Kementerian Pertanian karena Dinas Peternakan Bali di bawahnya. Kita sudah beberapa kali rapat lintas sektor," kata Endang.
Dari hasil koordinasi tersebut, Endang meminta agar mengecek terhadap setiap ayam yang mati secara mendadak untuk mengetahui apakah terjangkit flu burung atau bebas.
"Setiap kali ada ayam yang mati harus dicek. Kita meminta harus ada penyuluhan pada peternakan ayam agar melakukan sanitasi dengan baik," demikian Endang.
Sebelumnya, ditemukan sebanyak 85 ekor ayam yang mati mendadak di tiga wilayah, yakni Denpasar, Badung, dan Tabanan, dalam rentang waktu bulan Februari dan Maret 2011. "Tercatat ada ayam buras yang mati karena virus H5N1," kata Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali Putu Sumantra.
(gds/fay)











































