"Politik transaksional ini efek tidak siapnya proses kaderisasi pemimpin itu. Hampir semua proses rekrutmen calon kepala daerah kita tahu secara faktual menjadi transaksional. Kalau ini dibiarkan terus, tidak dilakukan rekonstruksi politik yang kuat, maka akan menjadi problem leadership," kata Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Alumni GMNI, Soekarwo kepada wartawan usai bertemu Wapres Boediono di Kantor Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (30/3/2011).
Menurut Soekarwo, kaderisasi calon pemimpin saat ini sangat instan. Fungsi partai politik sebagai tempat untuk mengkader calon pemimpin pun nyaris telah dihilangkan. Sebab, partai politik cenderung merekrut anggota yang telah populer di masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain mengusulkan rekonstruksi politik, Soekarwo yang menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur ini juga menawarkan ide-ide di bidang ekonomi. Seperti, fungsi negara yang harus membela yang lemah secara ekonomi.
"Di bidang ekonomi, fungsi-fungsi negara yang harus membela yang lemah, fungsi sosial juga, fungsi budaya juga, harus jangan diserahkan ke pasar, negara harus kuat di bidang hukum dan kebijakannya, dijalankan tanpa paksaan," jelas pria berkumis lebat ini.
(gun/anw)










































