Alumni GMNI 'Curhat' ke Wapres Soal Maraknya Politik Transaksional

Alumni GMNI 'Curhat' ke Wapres Soal Maraknya Politik Transaksional

- detikNews
Rabu, 30 Mar 2011 13:05 WIB
Alumni GMNI Curhat ke Wapres Soal Maraknya Politik Transaksional
Jakarta - Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) bertemu Wapres Boediono hari ini. Mereka 'curhat' soal maraknya politik transaksional serta hilangnya peran partai politik sebagai tempat kaderisasi calon pemimpin.

"Politik transaksional ini efek tidak siapnya proses kaderisasi pemimpin itu. Hampir semua proses rekrutmen calon kepala daerah kita tahu secara faktual menjadi transaksional. Kalau ini dibiarkan terus, tidak dilakukan rekonstruksi politik yang kuat, maka akan menjadi problem leadership," kata Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Alumni GMNI, Soekarwo kepada wartawan usai bertemu Wapres Boediono di Kantor Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (30/3/2011).

Menurut Soekarwo, kaderisasi calon pemimpin saat ini sangat instan. Fungsi partai politik sebagai tempat untuk mengkader calon pemimpin pun nyaris telah dihilangkan. Sebab, partai politik cenderung merekrut anggota yang telah populer di masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Harus ada rekonstruksi partai politik, yang mestinya menjadi institusi rekrutmen kader pemimpin kurang berfungsi, sehingga partai kemudian menjadi tidak mendidik calon-calon pemimpin tetapi mencari yang popularitasnya besar. Hasil surveinya yang tinggi ini harus dikembalikan oleh parpol. Mereka harus melakukan pendidikan bagi calon pemimpinnya," terangnya.

Selain mengusulkan rekonstruksi politik, Soekarwo yang menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur ini juga menawarkan ide-ide di bidang ekonomi. Seperti, fungsi negara yang harus membela yang lemah secara ekonomi.

"Di bidang ekonomi, fungsi-fungsi negara yang harus membela yang lemah, fungsi sosial juga, fungsi budaya juga, harus jangan diserahkan ke pasar, negara harus kuat di bidang hukum dan kebijakannya, dijalankan tanpa paksaan," jelas pria berkumis lebat ini.

(gun/anw)


Berita Terkait