Han tiba di kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (30/3/2011), pukul 11.15 WIB. Sementara Presiden SBY sudah menanti kedatanga utusan khusus PBB untuk perubahan iklim itu sejak pukul 11.00 WIB.
Turut hadir mendampingi SBY mensesneg Sudi Silalahi, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, Menhut Zulkifli Hasan, dan Meneg LH Gusti Muhammad Hatta. Han didampingi sejumlah staf dari Korea Selatan.
Dalam pertemuan yang berlangsung selama hampir 20 menit tersebut, Han menyerahkan surat khusus dari Presiden Korsel Lee Myung-Bak. Belum bisa dipastikan apa isinya, namun dari pembicaraan antara keduanya, terlihat ada permintaan dukungan dari Korsel kepada Indonesia untuk konferensi perubahan iklim atau UNFCCC tahun 2012.
"Apa yang kita terima hari ini permintaan dukungan secara spesifik," kata Juru Bicara Kepresidenan Bidang Luar Negeri, Teuku Faizasyah, saat jumpa pers.
Menurut Faiz, pemerintah Korsel serius untuk mengatasi permasalahan lingkungan secara global. Gambaran mengenai kondisi lingkungan terakhir negeri ginseng juga disampaikan pada SBY sebagai bahan permintaan dukungan.
"Pemerintah Korsel berhasil menghijaukan negaranya dalam proses. 30 Taun lalu Korsel itu gersang," ucapnya.
"Untuk tuan rumah 2012 UNFCCC pada prinsipnya Korsel memiliki kondisi obyektif untuk alam dan lingkungan," sambungnya.
Faiz menambahkan, pengalaman Indonesia menjadi tuan rumah UNFCCC pada tahun 2008 bisa menjadi masukan berharga bagi Korsel. Sementara, Korsel juga berniat untuk terus bekerjasama dengan pemerintah dalam menanggulangi perubahan iklim.
"Disebutnya proyek kerjasama rintisan. Tidak dijelaskan secara utuh, namun ada skema itu akan diberlakukan untuk membantu mengurangi emisi. Pilot project hanya Kalimantan Timur," terangnya.
(mad/anw)











































