Tokoh koalisi yang datang antara lain Ray Rangkuti, Sebastian Salang dan Roy Salam. Mereka diterima oleh ketua FPAN Tjatur Sapto Edy dan Sekretaris FPAN Teguh Juwarno di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (30/3/2011).
Koalisi itu juga datang untuk membahas kronologi proyek pembangunan gedung baru sekaligus menolaknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam acara tersebut, koalisi memperlihatkan desain konstruksi gedung Kongres negara Chili sama dengan desain gedung DPR yang baru. Mereka menduga desain tersebut di plagiat alias ditiru.
"Nanti kalau pejabat Chili datang dan melihat desain yang sama, apa kita nggak malu?" tanya Ray.
Dalam Sidang paripurna Selasa (29/3) kemarin, FPAN menyatakan sikap untuk menolak dan meminta pembangunan gedung baru parlemen tersebut dihentikan. Sikap keras ini sebelumnya juga disuarakan oleh Fraksi Gerindra.
Kepala Biro Pemeliharaan, Pembangunan, dan Instalasi (Karo Harbangin) Setjen DPR Sumirat, beberapa waktu lalu menuturkan bahwa anggaran pembangunan gedung baru DPR Rp 7,2 juta per meter persegi. Ruang per anggota DPR seluas 111,1 meter persegi ditaksir membutuhkan anggaran hampir Rp 800 juta per ruangan. Angka ini belum termasuk aksesorinya.
(nik/fay)











































