Pecahan PDS Ancam Dukung 4 Capres Selain Mega

Pecahan PDS Ancam Dukung 4 Capres Selain Mega

- detikNews
Sabtu, 05 Jun 2004 13:39 WIB
Jakarta - Sejumlah pengurus pusat Partai Damai Sejahtera (PDS) telah runtang-runtung dengan jagoan mereka Mega-Hasyim. Rupanya, tak semua organ PDS setuju langkah pengurus pusat itu. Mereka bahkan akan mendukung capres selain Mega-Hasyim.Demikian isi jumpa pers yang disampaikan Koordinator Komunike Pemberita Kebenaran, Veratio, di Hotel Cempaka, Jl.Letjen Suprapto, Jakpus, Sabtu (5/6/2004). Hadir dalam acara itu pengurus DPW PDS DKI Jakarta, DPC PDS Jaktim, Jakpus, Jaksel, Jakut dan 4 caleg terpilih DKI Jakarta serta sejumlah ranting.Veratio dkk menolak keputusan PDS yang mendukung duet Mega-Hasyim karena keputusan yang diambil DPP PDS tidak melibatkan seluruh kepengurusan hingga ke bawah. "Penolakan kami karena kami selaku pengurus DPW DKI Jakarta tidak dilibatkan. Itu alasan kenapa kita menolak," kata Veratio.Penolakan itu dipicu konflik internal yang sudah sejak lama terjadi di tubuh PDS. Tapi konflik itu tidak pernah diselesaikan secara tuntas dan profesional.Konflik internal itu misalnya dibentuknya dewan kepengurusan kembar. Misalnya DPC Jakarta Pusat ada dua kepengurusan. Begitu juga kepengurusan lainnya.Vera menegaskan, secara pribadi tidak menolak dukungan terhadap Mega-Hasyim. Tapi karena prosesnya ada yang salah, maka kelompok pimpinannya menolak keputusan DPP. "Kami secara keputusan tidak ada masalah. Tapi ada aspirasi grass root yang tidak dilibatkan," kata perempuan itu."Akibat konflik yang berkembang tersebut, kami akan mempertimbangkan mendukung 4 capres lainnya yang bergaris nasionalis walaupun peluang mendukung Mega-Hasyim tetap ada," sambung Vera.Reynold Nainggolan, jubir Dewan Ranting PDS se-Jaktim yang membawahi 10 ranting menambahkan, konflik internal yang terjadi di tubuh PDS sudah menyalahi moral dan material sehingga keputusan PDS mendukung Mega-Hasyim tidak layak diberi dukungan."Banyak pelanggaran organisasi yang dilakukan DPP. Kami tidak bisa menyebutkan semuanya. Tapi itu erat hubungannya dengan persoalan moral dan material," paparnya.Reynold juga menyangkal bahwa kelompoknya adalah liar. "Tidak benar, kami bukan kelompok liar," tandasnya.Kelompok tersebut juga mengusulkan agar segera digelar Munaslub untuk menyikapi berbagai dinamika yang kurang sehat terhadap PDS. "Kami dulu sudah mengusulkan ke DPP untuk digelar Munaslub, tapi ditolak dan DPP mengusulkan agar setelah pilpres," kata Vera. Komunike Pemberita Kebenaran juga mengusulkan membekukan DPW DKI Jakarta secepatnya karena memiliki dua kepengurusan.Menanggapi Ketum PDS Ruyandi Hutasoit yang kintil Mega selama kampanye ini, Vera menyatakan,"Itu sikap personel, bukan sikap partai." (nrl/)



Berita Terkait