Pilih Presiden yang Waras Lingkungan Hidup

Pilih Presiden yang Waras Lingkungan Hidup

- detikNews
Sabtu, 05 Jun 2004 12:33 WIB
Jakarta - Isu lingkungan hidup sampai saat ini hanya sebatas barang dagangan elit politik. Dalam praktiknya, isu lingkungan hidup semakin termarginalisasi.Demikian ditegaskan Direktur Eksekutif Komunitas Untuk Pelestarian Lingkungan Hidup (KomunaL), Hery Susanto kepada detikcom melalui telepon, Sabtu (5/6/2004)."Tidak ada politikus yang peduli pada persoalan lingkungan hidup. Pikiran dan perbuatan mereka masih berbeda. Karena itu kami mengimbau agar masyarakat memilih Presiden yang waras lingkungan hidup," kata Hery.Dijelaskan Hery, penyelamatan lingkungan hidup adalah sesuatu yang tidak boleg ditunda lagi bagi Indonesia. Kerusakan lingkungan dan ekologi Indonesia sudah sedemikian parah. Sebanyak 3,6 juta hektar hutan Indonesia rusak setiap tahunnya."Ini sama dengan setiap harinya 12 kali lapangan sepak bola setiap harinya. Jika tidak segera diatasi, 10 tahun mendatang Indonesia tidak punya hutan," ungkap Hery.Contoh lainnya pencemaran laut di teluk Jakarta yang juga sudah mencapai tahap yang memprihatinkan. Padahal, sambung Hery, setiap hari elit di negeri ini berkumpul di Jakarta.Hery juga mengaku prihatin terhadap minat pemerintah saat ini terhadap penyelamatan lingkungan hidup. Kementerian Lingkungan Hidup, kata Hery, telah menjadi institusi pemerintah yang mandul."Mereka memang mempunyai niat dan konsern dalam lingkungan hidup, tetapi tidak ada dukungan yang kuat terhadap lembaga ini. Contohnya, SK Meneg LH soal Reklamasi Pantura bisa dikalahkan di PN Jakarta Timur beberapa waktu lalu," tutur Hery.Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, KomunaL mengingatkan pentingnya penyelamatan lingkungan hidup. Mereka menggelar happening art di Bundaran Hotel Indonesia (HI). Tema aksi mereka kali ini 'Pilih Presiden Yang Waras Lingkungan Hidup'. Ada tidak? (djo/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads