Penembakan di Aceh: Seorang Tewas, 3 Kritis Termasuk Bayi
Sabtu, 05 Jun 2004 10:27 WIB
Banda Aceh -
Keluarga Kepala Desa (Kades) Krueng Jangko Kecamatan Glumpang Tiga, Kabupaten Pidie, ditembak sekelompok orang yang diklaim sebagai anggota GAM. Akibat peristiwa itu, seorang tewas, sedangkan tiga lainnya, termasuk seorang bayi berusia dua bulan kritis. Sampai Sabtu (5/6/2004) pagi, dua korban dirawat di RSU Zainoel Abidin, Banda Aceh.Peristiwa naas itu terjadi pada Kamis malam lalu. Ceritanya, ada dua orang pria mengendarai sepeda motor, mendatangi rumah korban. Kepada Hamidah, isteri Abdullah Yusuf, sang kades, kedua pria itu menanyakan keberadaan suaminya. Hamidah menjawab bahwa suaminya sedng tidak berada di rumah.Menurut keterangan Dandim Pidie Letkol Inf. A.Rochim Siregar, kepada wartawan, Sabtu (5/6/2004), anggota GAM itu bermaksud meminta pajak nanggroe kepada Abdullah Yusuf. Tapi karena tak menemui langsung Abdulah Yusuf, keduanya kemudian menggeledah rumah tersebut.Ketika itulah aksi penembakan itu terjadi. Hamidah berusaha kabur dengan menggendong cucunya. Tapi naas, dia ditembak. Peluru tak hanya menciderai dirinya, tapi juga cucunya, Ernita (2 bulan). Setelah itu, beberapa orang lainnya yang berada di rumah tersebut, Herlinawati (25) ibu dari Ernita dan Syaiful (14), juga ditembak. Malangnya, Herlinawati tak dapat ditolong. Ibu muda itu tewas begitu tiba di RSU Sigli. "Mereka ditembak dengan menggunakan senjata AK47 dan pistol," terang Siregar.Kini, Hamidah dan Syaiful dirawat di RSU Zainoel Banda Aceh. Sedangkan Ernita, yang mengalami luka tembak di bagian pergelangan tangan dirawat di RSU Sigli.Anggota Linmas DitembakSementara itu, dari Kabupaten Aceh Utara, seorang anggota Linmas dan Berantas kelompok perlawanan masyarakat yang memerangi GAM- TM Isa (50), warga Desa Leukot, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara, juga mengalami nasib naas. Korban ditembak ketika tengah bertugas jaga malam di kampungnya pada Jumat dinihari.Berondongan senjata yang diarahkan ke pos jaga yang berada di areal kebun sawit itu juga mengenai kaki, Amiruddin bin Abdul Latif (22) yang berdiri di belakang korban. Para korban, baru dievakuasi pada pagi hari, karena tidak ada warga yang berani mendekat.Peristiwa ini menambah deret anggota Linmas dan Berantas yang ditembak di kawasan Aceh Utara. Sudah enam orang anggota Berantas dan Linmas ditembak.
(nrl/)










































