Menteri Luar Negeri Prancis Alain Juppe mengatakan, meski kebijakan mempersenjatai oposisi di Libya bukan mandat PBB, namun itu bisa saja dilakukan. Oposisi yang merupakan kaum demonstran anti-Khadafi merupakan mitra bagi pasukan koalisi.
"Saya mengingatkan Anda, itu memang bukan bagian dari resolusi PBB, tapi kami siap untuk membahas itu (mempersenjatai)," kata Juppe wartawan seperti dikutip reuters, Selasa (29/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, di Libya dilaporkan, rentetan ledakan hebat terdengar dari Tripoli, kawasan Ibu Kota. Reporter reuters mendengar setidaknya ada 3 ledakan cukup keras pada pukul 15.40 waktu setempat.
Seperti diketahui, pasukan koalisi melancarkan serangan udara di Libya sejak 19 Maret yang lalu untuk menegakkan zona larangan terbang dan melindungi rakyat negeri kaya minyak tersebut dari pasukan Khadafi. Kini operasi militer berada di tangan NATO.
(irw/lia)










































