Massa FPI lebih dahulu mendatangi kedai tuak di Jl Laiya. Sayang sekali, kedai kumuh berdinding seng ini sudah ditinggalkan pemiliknya sejak siang harinya. Massa FPI hanya menyita ratusan botol bekas air mineral, sisa wadah tuak. Para laskar FPI kemudian menyerahkan ratusan botol bekas tuak itu ke Polsek Wajo, di Jl Irian, Makassar.
Selain membongkar kedai tuak, massa FPI juga mengusir pasangan yang sedang berkencan di Taman Macan, termasuk mengintimidasi para PSK yang sedang mangkal di Jl Nusantara. Saat diteriaki oleh massa FPI para PSK yang setiap malam mencari peruntungan dari pria-pria hidung belang ini lari berhamburan menyelamatkan diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Massa FPI sempat bersitegang dengan aparat kepolisian di Polsek Ujungpandang, di Jl Sultan Hasanuddin, saat massa FPI memaksakan diri untuk menemui tersangka kurir tuak yang sudah diamankan sehari sebelumnya bersama mobil van Suzuki Carry yang mengangkut 5 karung berisikan berbotol-botol tuak.
Menurut pimpinan rombongan FPI Sulsel, Ustadz Abdurrahman yang ditemui wartawan di sela aksinya, kedatangan mereka untuk membongkar lapak tuak yang sering dijadikan tempat mangkal para sopir angkot dan tukang-tukang becak yang gemar minum tuak ini untuk menegakkan amar makruf nahi munkar. Pentolan FPI di Makassar menyebutkan, banyaknya tindak kejahatan di Makassar bermula dari lapak-lapak tuak.
"Kami turun malam ini berkat laporan masyarakat yang sudah resah dengan adanya aktivitas jual beli tuak di lingkungannya, kami juga ingin mengingatkan masyarakat agar menjauhi perbuatan maksiat," pungkas Abdurrahman.
Usai menuntaskan aksinya di Polsek Ujungpandang dan Taman Macan, puluhan massa FPI kemudian kembali ke Basecamp-nya, di Jl Sungai Limboto, Makassar.
(mna/irw)










































