Wakil Ketua DPR Makan di Lesehan Malioboro

Wakil Ketua DPR Makan di Lesehan Malioboro

- detikNews
Selasa, 29 Mar 2011 21:45 WIB
Yogyakarta - Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan makan malam di lesehan Malioboro, Yogyakarta. Kunjungan Taufik ke Yogyakarta tersebut bukan untuk urusan politik, namun bertemu dengan para anggota Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) wilayah Yogyakarta.

Di organisasi tersebut Taufik menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat (DP) APKLI. Di salah satu warung lesehan ayam dan burung dara goreng di Malioboro, yang ada di depan Hotel Inna Garuda, Taufik makan malam bersama Ketua Umum DPP APKLI, dr Ali Maksum dan sejumlah pengurus DPW APKLI DIY dan DPD APKLI Kota Yogyakarta.

Kepada para pengelola warung lesehan dan APKLI, dia meminta agar semua anggotanya tertib dan taat hukum terhadap pemerintah daerah setempat. Pemerintah daerah maupun sebaliknya pedagang kaki lima tidak boleh saling menganggap musuh namun harus bersinergi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"PKL itu pahlawan ekonomi yang sesungguhnya. Saat ini berdasarkan data BPS ada 22,9 juta orang yang hidup jadi PKL. APKLI kalau diberdayakan bisa jadi kekuatan yang besar," katanya.

Menurut dia, bila jumlah rakyat yang hidup dari sektor kaki lima itu bertambah banyak bukan pertanda baik. Hal itu justru menunjukkan tingkat distribusi kesejahteraan rakyat belum merata. Namun, kalau jumlah orang yang bekerja di sektor kaki lima berkurang, itu pertanda baik.

"Itu berarti para PKL sudah sukses karena banyak yang naik jadi pengusaha menengah. Bila ada PKL yang sukses jangan lupa ditabung untuk investasi dan untuk jaminan hari tua," ungkap politisi dari PAN itu.

Sebagai anggota DPR yang membidangi bidang kesejahteraan, pihaknya juga mendukung adanya upaya pemberian jaminan sosial dan kesehatan sehingga kehidupan PKL lebih sejahtera. Hal itu bisa diperjuangkan melalui APBN yang diajukan pemerintah. Sedang selama ini masih sebatas dilakukan melalui pemerintah daerah masing-masing.

"Kalau PKL mampu eksis, kita bisa membantu agar program-program yang dianggarkan melalui APBN bisa kita manfaatkan. Jangan hanya dimanfaatkan oleh sekelompok orang yang tidak jelas atau abal-abal," katanya.

Taufik juga mendukung upaya para anggota PKL di Malioboro untuk tertib dan menjaga kebersihan sekitar. Ketertiban itu diantaranya diwujudkan dengan memasang daftar harga dan stiker bertuliskan "Bersih dan Hiegenis".

Menanggapi hal itu, Ketua DPD APKLI Kota Yogyakarta, Rudiarto mengatakan pihaknya terus mendorong pedagang/warung lesehan di Malioboro untuk jujur dan tidak nuthuk atau menaikkan harga secara tidak wajar. Sebab hal itu akan merugikan pedagang karena orang yang akan membeli akan kapok dan tidak mau datang lagi.

"Mereka pelan-pelan sadar, bila tidak pasang daftar harga itu akan merugikan pedagang sendiri. Mereka sekarang ini sudah berani pasang daftar harga. Sebab bila tidak pasang daftar harga malah takut tidak laku," ungkap Rudiarto.

(bgs/irw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads