Jeritan Hakim, Diminta Jadi Malaikat Saat Perut Kosong

Jeritan Hakim, Diminta Jadi Malaikat Saat Perut Kosong

- detikNews
Selasa, 29 Mar 2011 16:25 WIB
Jakarta - Cerita pilu hakim terus mengalir. Setelah pekan lalu Mahkamah Agung (MA) membeberkan masih banyak hakim naik angkot dan tinggal di gang, kali ini detikcom mendapat pengakuan langsung dari hakim tentang kesejahteraan hakim yang minim.

"Kami diminta jadi malaikat keadilan tapi urusan perut masih dikesampingkan," kata seorang hakim yang meminta identitasnya dirahasiakan kepada detikcom, Selasa, (29/3/2011).

Lantas mengalirlah cerita dari mulutnya. Sebagai seorang hakim, dia mendapat penghasilan perbulan Rp 3,5 juta ditambah uang makan Rp 400 ribu per bulan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penghasilan ini masih dipotong untuk iuran Persatuan Tenis Warga Pengadilan (PTWP), iuran Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI), pembangunan masjid, mess dan sebagainya. Ditambah tuntutan pekerjaan yang berpindah-pindah menjadikan kebutuhan membengkak tiap kali pindah tugas.

"Kalau isteri tidak bekerja, dijamin mereka pakai segala cara," kisahnya menambahkan.

Dengan uang Rp 3,5 juta perbulan, akhirnya para hakim memutar otak untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari- hari. Janji remunerasi tidak sepenuhnya terealisasikan karena dibayarkan per 3 bulan.

Dengan penghasilan tersebut, mereka harus memenuhi kebutuhan sendiri, istri, anak dan meningkatkan kualitas diri. Alhasil, godaan bermain perkara pun selalu datang. Bahkan dia mensinyalir, dari 10 hakim 9 diantaranya bermain perkara.

"Kalauย  itu engak ada (permainan perkara) sulit untuk sekedar bertahan hidup dengan atribut Pejabat Negara," tutasnya.

Menanggapi hal ini, Jubir MA, Hatta Ali menaruh perhatian khusus terhadap kesejahteraan hakim. "Salah satu fungsi IKAHI adalah meningkatkan kesejahteraan hakim," ujar Hatta Ali usai seminar Ultah ke 58 Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) di Hotel Red Top, Jalan Pacenongan, Jakarta, Selasa, (29/3/2011).

(asp/lh)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads