Lagi, Perempuan WNI Jadi Kurir Narkoba Luar Negeri

Lagi, Perempuan WNI Jadi Kurir Narkoba Luar Negeri

- detikNews
Selasa, 29 Mar 2011 16:16 WIB
Jakarta - Penangkapan kurir narkoba yang memanfaatkan jasa perempuan tampaknya tidak pernah ada habisnya. Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap seorang perempuan pengangguran yang mengantarkan sabu dari jaringan Afrika Selatan.

Penangkapan bermula dari ditangkapnya seorang perempuan berkewarganegaraan Kenya berinisial PM, Jumat (25/3) malam di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng. Dia kedapatan membawa 1.460,7 gram sabu yang dikemas menjadi kapsul sebanyak 100 butir.

Keesokan harinya, petugas gabungan Bea dan Cukai dan BNN mengembangkan kasus PM. Petugas menangkap perempuan berkewarganegaraan Indonesia berinisial Fr, di sebuah hotel yang beralamat di Jl Letjen S Parman, Jakarta Barat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lagi-lagi perempuan Indonesia dimanfaatkan sebagai kurir peredaran narkotika jaringan internasional. Tentunya sangat memprihatinkan," kata Direktur Pemberantasan Narkotika Alami BNN, Benny J Mamoto, di Kantor BNN, Jl MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (29/3).

Menurut Benny, Fr bertugas sebagai perantara antara Pm dan seorang pria warga negara Nigeria berinisial TC. Pria itu yang akan menerima kiriman paket sabu dari Kenya dan Fr diketahui dijanjikan upah Rp 5 juta setelah paket sampai di tangan penerima.

"Dia (Fr) yang nantinya mengantar paket shabu ke TC," jelas Benny.

Sementara TC ditangkap di sebuah rumah kontrakan padat penduduk di bilangan Rawa Belong, Jakarta Barat, Minggu (27/3). Penangkapan itu setelah polisiย  memancing pertemuan antara TC dan Fr di sebuah mini market.

"Petugas menggiring TC ke rumah kostnya dan mendapati barang bukti satu unit CPU, 1 buku tabungan BCA, 2 unit handphone, dan 1 unit mobil," kata Benny.

Dengan banyaknya wanita Indonesia yang tertangkap karena keterlibatan dalam jaringan narkotika Internasional, maka masyarakat seharusnya dapat mewaspadai kehadiran orang asing di tengah masyarakat. Terutama bila ada yang merayu dengan uang dalam jumlah besar.

"Jangan mudah terkena bujuk rayu dan diiming-imingi uang dalam jumlah besar, apalagi kerja yang tidak jelas," imbau Benny.

Selain mengimbau masyarakat, khususnya wanita Indonesia, Benny juga mengimbau ketua RT setempat untuk lebih berhati-hati terhadap adanya warga negara asing yang berdiam di lingkungannya. "Tanyankan passport dan visa mereka, kalau merasa curiga laporkan segera kepada pihak Imigrasi untuk memeriksa izin tinggal warga asing tersebut," imbaunya lagi.

Sementara itu, dihadapan wartawan Fr mengaku tidak mengetahui pekerjaan yang ditawarkan TC. Dirinya mengenal TC di sebuah bar di Jakarta dan ditawari sebuah pekerjaan mengantar paket tanpa disebut berisi sabu.

"Saya cuma dikasih Rp 300 ribu untuk telepon dia Pm ke TC," ujar Fr.

Disinggung mengapa dia mau menerima pekerjaan yang tidak jelas dari TC, dia mengatakan dirinya membutuhkan uang. "Mau gimana lagi, enggak punya uang," kata Fr yang mengaku sudah lama meninggalkan pekerjaan sebagai penerima tamu di sebuah hotel di Jl Jaksa, Jakarta Pusat.

(ahy/lh)


Berita Terkait