Bantah Terlibat Bom, Preman Femmy Cs Balik Tuduh FKM

Bantah Terlibat Bom, Preman Femmy Cs Balik Tuduh FKM

- detikNews
Jumat, 04 Jun 2004 18:56 WIB
Ambon - Kelompok preman Femmy Souisa cs yang ditangkap Polres Pulau Ambon dan Pp. Lease membantah keterlibatan kelompoknya dalam aksi teror bom di Ambon yang mengakibatkan satu orang tewas dan 16 lainnya luka-luka.Bantahan Femmy disampaikan pada jumpa pers kelompoknya dengan wartawan yang berlangsung di Kantor Gubernur Maluku Jl. Pattimura Ambon, Jumat (04/06/2004). "Tuduhan itu tidak benar. Itu isu yang dimainkan kelompok FKM/RMS yang ingin menghancurkan internal komunitas Kristen. Saya mau katakan provokasi yang dilakukan FKM bukan baru saat ini. Namun saat kita pulang dari Malino itu sudah dibuat," tegasnya.Diungkapkan Femmy, dalam kelompok FKM saat ini, juga terlibat dua anggota polisi. "Sekali lagi saya tegaskan, polisi salah tangkap orang. Semua tudingan itu salah besar. Buktinya setelah diperiksa dengan saksi-saksi, saya dan anak buah saya tidak terbukti bersalah atau terlibat dalam aksi teror bom akhir-akhir ini," ujarnya.Femmy juga mengaku mengetahui secara jelas para dalang teror bom di Ambon. Otak dari teror bom, ungkap Femmy, adalah Ronny Rijoli Pegawai PLN Wilayah Maluku, Andre Kakisina dan James Wattimena, keduanya adalah anggota polisi yang kini dimutasikan di Polres Tual Maluku Tenggara. "Ronny itu otak pelaku teror bom dan perancang VCD yang menyudutkan saya yang dibeking juga dua anggota Polisi tersebut," ungkapnya dengan mimik serius.Bahkan Femmy juga membongkar peristiwa pembakaran rumah-rumah warga Batu Gantung dan Waringin yang didalangi oleh ketiga orang itu. "Modusnya mereka ingin menyudutkan warga Kristen, sehingga intervensi asing dapat terwujud," tuturnya.Menyinggung penangkapan dirinya, Femmy menjelaskan, penangkapan dirinya dan sejumlah rekan-rekannya oleh pihak kepolisian yang saat itu dipimpin Yopi Picauly sangat tidak prosedural. Lagi pula data informasi polisi bersumber dari anggota FKM/RMS bernama Andre Lestunny dan A. Rahakbauw. Femmy juga menegaskan akan membantu polisi dalam mengungkap otak maupun pelaku dari semua aksi teror bom yang terjadi di Ambon. Kendati membantah keterlibatan kelompoknya, Femmy tetap ditahan Polres Pulau Ambon karena penyelidikan lanjutan tentang dirinya masih dilakukan polisi. Hal ini disampaikan Kapolda Maluku Brigjen Adityawarman kepada detikcom via ponsel. "Statusnya tahanan rumah. Karena kami masih mengembangkan kasus ini yang dituduhkan kepada yang bersangkutan," tandasnya.Menjawab keterlibatan dua orang anak buahnya, sebagaimana keterangan Femmy Souisa, Kapolda mengaku kaget dengan informasi tersebut. "Saya baru tahu. Apa benar keduanya terlibat. Jangan-jangan ini kasus lama yang diungkit lagi," katanya. Menyikapi soal ini, Kapolda bahkan meminta bantuan kalangan wartawan untuk memberikan masukan sepak terjang kedua anak buahnya itu. "Terus terang saya belum dengar. Saya cek dulu, beritanya sudah keluar apa belum. Tapi kalau itu pengakuan Femmy, kita akan tindaklanjuti," janji Kapolda. (asy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini