Garda Bangsa Minta Dilibatkan dalam Koalisi Golkar-PKB
Jumat, 04 Jun 2004 17:31 WIB
Jakarta - Pimpinan Garda Bangsa (GB) minta agar dilibatkan secara aktif dalam proses kontrak politik antara Partai kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Golkar sehubungan dengan koalisi mereka pada pemilihan presiden."Kita menyediakan koridor negosiasi agar citra PKB sebagai partai reformis tidak dirusak Golkar," kata Imam Nahrawi, ketua umum Gerakan Pemuda Kebangkitan Bangsa. Penyataan itu merupakan salah satu butir rekomendasi hasil musyawarah nasional pimpinan GB di Hotel Caesar, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (4/6/2004).Imam menjelaskan, bahwa koridor negosiasi yang disediakannya merupakan salah satu bentuk pengawasan terhadap PKB yang merupakan induk organisasi GB. Pengawasan itu perlu dilakukan mengingat Golkar merupakan salah satu unsur penyebab terpuruknya kondisi bangsa."Yang jelas kita belum bisa percaya. Selama ini Golkar dikenal suka menelikung kawan-kawannya," ujarnya.Lebih lanjut Imam menambahkan bahwa rekomendasi GB di atas merupakan wujud dukungannya terhadap sikap politik Gus Dur mengenai pemeberian dukungan PKB kepada Golkar yang mencalonkan pasangan Wirano-Salahuddin Wahid. Terlebih dalam pengambilan keputusan tersebut DPP PKB meninggalkan pertimbangan Gus Dur.Meski menyetujui sikap politik Gus Dur, pimpinan GB tidak menganjurkan massanya untuk bersikap golput pada hari-H pilpres nanti. Sebab butir rekomendasi lainnya yang merupakan hasil munas yang berlangsung pada 3-4 Juni ini tegas menyebutkan bahwa GB menyambut baik keputusan DPP PKB yang mencalonkan Gus Solah sebagai cawapres Wiranto. "Keputusan sepenuhnya berpulang pada masing-masing pribadi," tegas Imam.Sehubungan dengan ditinggalnya Gus Dur dalam pengambilan keputusan oleh DPP PKB, pimpinan GB akan sangat mendukung apabila sebelum 5 Juli nanti Gus Dur melakukan 'pembersihan' dalam jajaran DPP PKB. "Gus Dur sudah mengantongi nama-nama pengurus 'yang suka main sendiri'," tambah Imam.Dirinya membantah apabila permintaan agar dilibatkan aktif dan melakukan pengawasan dalam setiap tahapan negosiasi politik PKB-Golkar merupakan manuver politik GB. Yaitu upaya bagaining mengincar kursi DPP PKB atau kabinet mendatang. "Kami yang muda-muda ini, masih jauh dari kekuasaan," kilah Imam.
(nrl/)











































