"Setelah diperiksa oleh tim Gegana di dalam tas itu berisi pakaian, buku, dan peralatan mandi. Penyebab bunyi yang timbul saat diperiksa awal dengan metal detector adalah dari gembok logam di dalam tas itu," ujar Kapolresta Surakarta, Kombes (Pol) Nana Sudjana, di lokasi kantin, Surakarta, Selasa (29/3/2011) siang.
Nana menjelaskan, tas tersebut milik seorang turis asing. Turis tersebut sebelumnya mendatangi Hotel Best Western, yang terletak persis bersebelahan dengan kantor Unit Pelayanan Perhubungan Wilayah Surakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah itu dia hendak menitipkan sebuah tasnya ke resepsionis hotel, namun ditolak karena bukan merupakan tamu yang menginap di hotel tersebut. Rupanya setelah itu dia keluar dari hotel lalu menuju ke kantin di sebelahnya untuk menitipkan tas tersebut dan langsung meninggalkannya," jelas Nana.
Siapa turis itu, hingga saat ini juga belum diketahui pasti identitasnya. Pihak hotel juga tidak menanyakan namanya. Sedang ciri-ciri turis itu adalah pria berkewarganegaraan asing, berpostur tinggi, rambut agak panjang, dan mengenakan pakaian santai.
Selanjutnya, kata Nana, tas tersebut akan dibawa ke Polresta Surakarta. Nana berpesan kepada pemilik kantin, jika pria bule itu datang lagi, diharapkan agar mengambil tas miliknya di Polresta Surakarta.
Dalam kesempatan itu, Nana Sudjana membenarkan langkah pengelola kantin yang melaporkan adanya barang mencurigakan itu ke polisi. Hal itu dikarenakan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti bom. Dia berharap langkah serupa juga dilakukan semua warga yang menemukan barang mencurigakan.
(mbr/nik)











































