Ratusan Buruh Berunjuk Rasa Menolak Kerja Kontrak

Ratusan Buruh Berunjuk Rasa Menolak Kerja Kontrak

- detikNews
Selasa, 29 Mar 2011 13:00 WIB
Jakarta - Untuk ke sekian kalinya, ratusan orang buruh menggelar aksi menolak sistem kerja kontrak. Mereka mendesak pemerintah untuk  mencabut pola kerja yang mirip zaman penjajahan tersebut.

“Tidak akan lelah. Kami sadar perlawanan ini tidak ringan karena kebijakan pemerintah yang didukung dunia industri,“ kata Ketua Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Jakarta, Sultoni, dalam orasinya di Bundaran HI, Jl MH Thamrin, Selasa (29/3/2011).

“Sistem kerja kontrak memang menguntungkan karena upah menjadi murah dan bisa putus kontrak sewaktu-waktu. Ini seperti kembali ke zaman kolonial Belanda,“ imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di alam aksi unjuk rasa siang ini, ratusan buruh membentangkan spanduk yang bertulis `Hapus Sistem Kerja Kontrak dan Outsourching`. Di kepala mereka, terikat kain merah dengan bintang emas di bagian tengahnya.

“Untuk melawan, butuh mobilisasi massa yang signifikan. Harus turun ke jalan karena saluran formal telah mati, “pungkas Sultoni bersemangat.

Usai menyampaikan aspirasi sekitar 1 jam, massa bubar dengan tertib. Tidak ada penjagaan berarti dari pihak keamanan. Hanya saja, aksi ini sempat membuat kepadatan lalu-lintas dari arah Dukuh Atas menuju Bundaran HI. Sebab, 1 lajur jalan terpotong untuk massa aksi dan bertepatan dengan jam istirahat perkantoran.


(Ari/lh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini