Informasi yang dihimpun detikcom dari Biro Pers dan Media Istana Kepresidenan, Selasa (29/3/2011), Presiden akan menyatakan sikap lewat jumpa pers epat pukul 10.00 WIB di Kantor Presiden.
Presiden SBY sebelumnya menunda jumpa pers yang dijadwalkan akan membahas tentang krisis yang terjadi di Libya. Penundaan ini terjadi tak lama menjelang jumpa pers akan berlangsung.
"Bukan membatalkan, tapi biar lebih tepat waktunya," kata Juru Bicara Presiden Bidang Dalam Negeri Julian Aldrin Pasha di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (28/3/2011) kemarin.
Julian mengatakan, jumpa pers akan diundur pada Selasa (29/3/2011) besok pada pukul 10.00 WIB. "Diundur besok pagi pukul 10.00 WIB," kata Julian.
Sebelumnya, Julian mengatakan Presiden akan menggelar jumpa pers terkait krisis yang melanda Libya pukul 17.00 WIB kemarin di Kantor Presiden. Jumpa pers Presiden ini terkesan mendadak lantaran sebelumnya tidak diagendakan sebagaimana acara-acara Presiden sebelumnya.
Pidato SBY ini tak lama setelah Presiden AS Barack Obama berpidato, menjelaskan sikap Sekutu menyerang Libya. Obama beralasan, agresinya dilakukan untuk menghentikan kebrutalan pasukan Muammar Khadafi terhadap warga sipil Libya.
"Untuk mengesampingkan tanggung jawab Amerika sebagai pemimpin dan lebih dalam lagi, tanggung jawab kami terhadap sesama manusia dalam keadaan seperti itu," kata Obama dalam pidatonya di Washington DC seperti dikuti detikcom dari CNN, Selasa (29/3/2011).
(anw/nrl)











































