"Minggu lalu kita juga berbicara kepada Menlu Mesir yang menyampaikan ingin berbagi pengalaman demokrasi dengan Indonesia yang lebih dulu mengalami," kata Menlu Marty Natalegawa di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/3/2011).
Marty menjawab pertanyaan anggota Komisi I DPR, Effendy Choirie, yang meminta pemerintah Indonesia menyampaikan kepada negara-negara Timur Tengahย tentang Islam yang plural dan menyatu dengan demokrasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Khusus untuk Tunisia dan Mesir mereka sudah meminta bantuan kita untuk penyelenggaraan pemilu, undang-undang pengaturan partai politik, dan lain-lain. Itu sudah dilakukan," kata Marty.
Namun demikian, mantan Dubes RI untuk PBB ini mengatakan, proses berbagi pengalaman demokrasi dengan kedua negara itu haruslah dilakukan dengan terukur dan pas. Jangan sampai mereka merasa 'digurui' oleh Indonesia.
"Kita pun pada tahun 1998, kalau ada negara lain ketuk-ketuk pintu kita, ingin menggurui kita bagaimana cara demokrasi, saya kira belum tentu semua dari kita bisa menerimanya," kata Marty.
Untuk Mesir, Marty mengatakan, menteri luar negeri negara Piramid itu secara khusus mengundang Indonesia untuk datang berbagi pengalaman demokrasi pada 14 April mendatang.
"Insya Allah Mesir juga bisa memetik hal-hal yang positif dari pengalaman Indonesia," kata Marty menambahkan saat Mesir bergolak Presiden SBY juga pernah mengirimkan surat langsung ke Presiden Hosni Mubarak, juga untuk berbagi pengalaman demokrasi.
(lrn/ndr)











































