Mesir dan Tunisia Minta RI Berbagi Pengalaman Demokrasi

Mesir dan Tunisia Minta RI Berbagi Pengalaman Demokrasi

- detikNews
Senin, 28 Mar 2011 19:03 WIB
Jakarta - Sebagai negara demokrasi dengan penduduk muslim terbesar, Indonesia ternyata menjadi rujukan bagi Mesir dan Tunisia untuk belajar demokrasi. Dua negara yang baru menjatuhkan rezim otoritarian itu ingin Indonesia berbagi pengalaman berdemokrasi.

"Minggu lalu kita juga berbicara kepada Menlu Mesir yang menyampaikan ingin berbagi pengalaman demokrasi dengan Indonesia yang lebih dulu mengalami," kata Menlu Marty Natalegawa di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/3/2011).

Marty menjawab pertanyaan anggota Komisi I DPR, Effendy Choirie, yang meminta pemerintah Indonesia menyampaikan kepada negara-negara Timur Tengahย  tentang Islam yang plural dan menyatu dengan demokrasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Marty menambahkan, berbagi pengalaman demokrasi itu juga diminta oleh Tunisia. Baik Mesir dan Tunisia bahkan meminta bantuan kepada Indonesia dalam mempersiapkan pemilihan umum.

"Khusus untuk Tunisia dan Mesir mereka sudah meminta bantuan kita untuk penyelenggaraan pemilu, undang-undang pengaturan partai politik, dan lain-lain. Itu sudah dilakukan," kata Marty.

Namun demikian, mantan Dubes RI untuk PBB ini mengatakan, proses berbagi pengalaman demokrasi dengan kedua negara itu haruslah dilakukan dengan terukur dan pas. Jangan sampai mereka merasa 'digurui' oleh Indonesia.

"Kita pun pada tahun 1998, kalau ada negara lain ketuk-ketuk pintu kita, ingin menggurui kita bagaimana cara demokrasi, saya kira belum tentu semua dari kita bisa menerimanya," kata Marty.

Untuk Mesir, Marty mengatakan, menteri luar negeri negara Piramid itu secara khusus mengundang Indonesia untuk datang berbagi pengalaman demokrasi pada 14 April mendatang.

"Insya Allah Mesir juga bisa memetik hal-hal yang positif dari pengalaman Indonesia," kata Marty menambahkan saat Mesir bergolak Presiden SBY juga pernah mengirimkan surat langsung ke Presiden Hosni Mubarak, juga untuk berbagi pengalaman demokrasi.

(lrn/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads