"Kita akan coba menyiapkan di beberapa titik ibukota untuk yang bisa menghubungkan dengan gedung perkantoran dan angkutan massal yang saat ini disiapkan yaitu Mass Rapid Transit (MRT)," ujar Kepala Dinas Tata Ruang DKI Jakarta, Wiryatmoko, di Gedung Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (28/3/2011).
Pemprov berencana akan membangun 7 unit penyeberangan bawah tanah. Konsep penyeberangan bawah tanah ini, akan dibuat seperti kawasan bisnis yang diharapkan bisa mendatangkan nilai investasi yang luar biasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya saja, rencana tata ruang bawah tanah itu masih menunggu landasan hukum terlebih dulu. Rencana tata ruang bawah yang masuk dalam Raperda Rencana Tata Ruang Bawah Tanah (RTRW) DKI Jakarta tahun 2010-2030 masih belum juga disahkan.
"Maka dari kita akan mengejar pembahasan itu agar selesai tahun ini karena tahun 2012 sudah dilakukan pembangunan MRT," harap Wiryatmoko.
"Sehingga penyeberangan bawah tanah ini nantinya bisa terintegrasi dengan MRT," tegasnya.
7 Penyeberangan bawah tanah yang rencananya akan dibangun tersebut yaitu empat di antaranya akan terintegrasi dengan stasiun bawah tanah MRT seperti di Istora Senayan (Ratu Plaza), Bendungan Hilir, Setiabudi, dan Dukuh Atas. Sedangkan tiga lokasi lainnya akan terhubung dengan kawasan bisnis seperti di Mal Ambassador dengan pusat perkantoran di Kuningan, Atrium Senen dengan Pasar Senen dan Senayan City dengan Plaza Senayan.
Diperikarakan MRT akan selesai dibangun pada tahun 2016. Diharapkan, penyeberangan bawah tanah ini juga rampung pada tahun itu.
(lia/nwk)











































