Penerjemah Manuskrip Surek Galigo Mangkat

Penerjemah Manuskrip Surek Galigo Mangkat

- detikNews
Senin, 28 Mar 2011 17:17 WIB
Makassar - Dunia sastra Indonesia kehilangan tokoh penting. Muhammad Salim, sang penerjemah manuskrip sastra terpanjang di dunia, Surek Galigo, dari Sulawesi Selatan (Sulsel), meninggal dunia dalam usia 75 tahun.

Salim wafat, pada Minggu (27/3) malam, di kediamannya, di Jalan Adipura I No C31, Makassar. Jenazah Salim dikebumikan Senin (28/3/2011) di kampung halamannya, di Kabupaten Sidrap, Sulsel.

Salim merupakan penerjemah Surek Galigo yang ditulis dengan huruf lontarak bugis, setebal 8.000 halaman dan dibukukan dalam 12 jilid, yang kini disimpan oleh Universitas Leiden, di Belanda. Salim menerjemahkan kitab Surek Galigo dari tahun 1987 sampai tahun 1992.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Epos masyarakat Bugis ini diakui oleh UNESCO sebagai Memory of the World atau sebagai warisan budaya dunia, yang melebihi epos Mahabharata dari India. Usai pensiun dari Kanwil Depdikbud Sulsel sejak tahun 1993 lalu, Salim sibuk mengurusi Perpustakaan Yayasan Kebudayaan Sulawesi Selatan, di Kantor Disbudpar Sulsel.

Walikota Makassar, Ilham Arif Sirajuddin yang datang melayat ke rumah duka, mengaku kaget mendengar kabar wafatnya Salim. Ilham menyebut, Indonesia kehilangan seorang maestro kesusastraan Bugis yang mentransliterasikan epos terpanjang di dunia.

"Padahal, kami bertiga bersama Tanri Abeng, tengah menantikan pementasan Teater Lagaligo, 24-25 April 2011 mendatang di Benteng Fort Rotterdam, Makassar, yang merupakan mahakarya dari almarhum," pungkas Ilham.

(mna/fay)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads