Salim wafat, pada Minggu (27/3) malam, di kediamannya, di Jalan Adipura I No C31, Makassar. Jenazah Salim dikebumikan Senin (28/3/2011) di kampung halamannya, di Kabupaten Sidrap, Sulsel.
Salim merupakan penerjemah Surek Galigo yang ditulis dengan huruf lontarak bugis, setebal 8.000 halaman dan dibukukan dalam 12 jilid, yang kini disimpan oleh Universitas Leiden, di Belanda. Salim menerjemahkan kitab Surek Galigo dari tahun 1987 sampai tahun 1992.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walikota Makassar, Ilham Arif Sirajuddin yang datang melayat ke rumah duka, mengaku kaget mendengar kabar wafatnya Salim. Ilham menyebut, Indonesia kehilangan seorang maestro kesusastraan Bugis yang mentransliterasikan epos terpanjang di dunia.
"Padahal, kami bertiga bersama Tanri Abeng, tengah menantikan pementasan Teater Lagaligo, 24-25 April 2011 mendatang di Benteng Fort Rotterdam, Makassar, yang merupakan mahakarya dari almarhum," pungkas Ilham.
(mna/fay)











































