"Ba'asyir pada H-2 menyerahkan uang ke Tim MER-C sebelum tertangkap. Jumlahnya Rp 150 juta tahap kedua, tahap pertama Rp 150 juta," kata Bendahara JAT Solo, Joko Daryono saat bersaksi untuk Ba'asyir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Senin (28/3/2011).
Menurut Joko duit itu untuk membantu perjuangan rakyat Palestina mengusir penjajah. Uang tersebut diberikan lewat Luthfi Haidaroh atau biasa dipanggil Ubaid, penghubung JAT dengan MER-C. Sebagai catatan, Ubaid divonis 10 tahun penjara.
"Setahu saja Ubaid itu penghubung MER-C. Dananya dari aksi solidaritas umat Islam, itu ke Palestina," ucapnya.
Selain menyerahkan ke tim MER-C atas perintah Ba'asyir sebesar Rp 300 juta, Ba'asyir juga pernah menyerahkan uang kepada Dadan untuk modal usaha membuat tahu pepes.
"Dadan datang atas nama anggota JAT untuk usaha dan sudah dapat izin buat modal usaha, buat tahu pepes, dan semua itu atas seizin Baasyir," ungkapnya.
Sementara Joko juga mengaku ada uang masuk dari Ubaid sebesar US$ 5 dollar. "Dalam BAP diberitahukan kalau ada uang masuk US$ 5. Kalau ada uang masuk dari Ubaid, dalam BAP ditulis 5 dolar saja, tapi saya tidak mengetahui itu dari mana," pungkasnya.
Sementara itu Presidium MER-C dr Joserizal Jurnalis SpOT membenarkan bahwa organisasinya menerima dana dari JAT dalam 2 tahap. Namun Jose lupa kapan tepatnya.
"Waktunya nggak tahu, tapi yang pasti nyumbang 2 kali Rp 150 juta dan Rp 150 juta untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza," ujar Jose ketika dikonfirmasi detikcom hari ini.
"Pertama dengan saya, yang menyumbang Haris (Abdul Haris, Ketua JAT Jakarta yang sudah ditangkap). Kedua, transfer. Kita berikan piagam penghargaan pada JAT untuk amanah Rumah Sakit Indonesia di Gaza," jelas Jose.
MER-C pun sudah menyampaikan laporan perkembangan pembangunan RS Indonesia di Gaza, beserta donatur-donaturnya pada Presiden SBY, DPR, Menkes dan lain-lain. Jose tidak khawatir bahwa para donaturnya kini tersangkut kasus terorisme, karena organisasinya mengemban misi kemanusiaan tanpa pandang bulu.
"Tidak ada urusan dengan JAT. Yang menyumbang banyak kok, ini terbuka, siapa pun boleh, dari Sabang sampai Merauke," tegasnya.
(nwk/fay)











































