"Saya lihat tidak pernah diberitakan bahwa Pemda itu memperbaiki fisik yang dulu bocor-bocor sebelum jadi gubernur," ujar Fauzi Bowo, di Gedung Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (28/3/2011).
Fauzi mengatakan saat ini kondisi bangunan PDS HB Jassin sudah jauh lebih baik. Dia tidak bisa membayangkan kondisi PDS HB Jassing seandainya tidak diperbaiki oleh Pemprov DKI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foke lalu merinci jasa-jasa Pemprvo terhadap PDS HB Jassin. Ia menyebut telah banyak yang telah dilakukan Pemprov DKI. Bahkan, Foke menegaskan jika Pemprov masih sanggup membiayai kelangsungan PDS HB Jassin.
"Intinya Pemda commited sepenuhnya untuk membiayai PDS HB Jassin," ucap pria berkumis ini.
Menurut Foke, persoalan kekurangan dana PDS HB Jassin hanyalah kekeliruan. Persoalan itu karena kurangnya koordinasi antara Dinas Budaya Pariwisata dan pengelola yayasan PDS HB Jassin.
"Tapi ini barangkali kekeliruan yang terjadi bahwa setelah di bawah koordinasi Disparbud, gedungnya diperbaiki, operasionalnya dianggap tidak dibutuhkan lagi sehingga dikecilkan. Maka itu ini yang akan kita koreksi," jelasnya.
Lebih lanjut, Foke menjelaskan jika pengelolaan PDS HB Jassing bisa saja dikoordinasikan dengan lembaga lain.
"Saya kira koordinasi bisa saja di bawah Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD). Tapi disana sudah ada pengelolaan yang profesional, saya kira pengelola ini harus tetap menjadi pengelola harian di sana," terangnya.
(lrn/gun)











































