Gus Dur Tak Dukung Fatwa Haram Pemimpin Perempuan
Jumat, 04 Jun 2004 14:31 WIB
Jakarta - Ketua Dewan Syura PKB KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tidak mendukung fatwa kiai NU yang mengharamkan pemimpin perempuan. Fatwa bukan ditujukan pada capres PDIP Megawati Soekarnoputri."Saya nggak. Pengertian itu kan dulu, sekarang lain lagi," kata Gus Dur kepada wartawan di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Kamis (4/6/2004). Gus Dur, Marwah Daud beserta 20 kiai dijadwalkan berangkat umroh ke tanah suci, guna mendoakan bangsa selamat dari kehancuran.Menurut Gus Dur, fatwa haram yang dilontarkan KH Abdullah Faqih merupakan pandangan konservatif. "Sikap itu sudah ada dari dulu, bukan hanya sekarang. Sebab di hadis sudah disebutkan, bahwa wanita tidak boleh menjadi nomor satu," ujarnya.Apa hasil tausiyah ditujukan pada Mega? "Ini bukan soal politis tetapi persoalan hukum," tandas Gus Dur. Ditegaskan Gus Dur, jajaran Dewan Syura PKB tidak akan mengambil sikap berkaitan dengan fatwa haram. "Biar saja, itu pendapat pribadi setiap orang berhak untuk berpendapat. Pedapat saya beda lagi," kata Gus Dur.Sementara KH. Abdurrahman Chudori dari Magelang memilih tidak akan mengambil sikap. "Ini masalah khilafiyah, yang baik tentu tidak ada khilafnya ya laki-laki," ujar Chudori.Hal berbeda disampaikan KH Abdullah Sofyan dari Situbondo, yang mendukung fatwa haram pemimpin perempuan. "Memang ini masalah perbedaan yang masih kontroversial, secara hukum saya setuju," kata Sofyan. Apa untuk menjegal Mega-Hasyim? "Ini bukan soal politik," imbuhnya.
(aan/)











































