Selly Tidak Sedih di Tahanan, Makannya Lahap

Kisah Penipu Cantik

Selly Tidak Sedih di Tahanan, Makannya Lahap

- detikNews
Senin, 28 Mar 2011 13:30 WIB
Selly Tidak Sedih di Tahanan, Makannya Lahap
Jakarta - Selama 2 hari ditahan, penipu cantik Selly alias Selly Yustiawati beraktivitas normal seperti tahanan lainnya. Selly juga tidak bermuram durja dan makan nasi bungkus dengan lahap di tahanan.

"Dia biasa saja. Dia nggak sedih. Cuma tadi nangis saat diwawancara wartawan tadi, saat ditanya tentang anaknya, orang tuanya," kata Kapolsek Denpasar Selatan, AKP Leo Pasaribu, di Mapolsek Denpasar Selatan, Jalan By Pass Sanur, Denpasar, Bali, Senin (28/3/2011).

Menurut dia, Selly beraktivitas normal. Selly juga mau menyantap makanan yang menunya sama dengan tahanan lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Makannya lahap. Dia makan nasi bungkus, lauknya ikan, telur sama seperti tahanan lainnya," ujar Leo.

Selly ditangkap di Hotel Amaris Kuta, Denpasar, Bali pada Sabtu 26 Maret 2011. Ia tertangkap sedang berduaan dengan kekasihnya, Bima, seorang mahasiswa PTN ternama di Yogyakarta. Hanya saja, karena kekasihnya tidak terkait langsung dengan kasus yang dilakukan oleh Selly, Bima akhirnya dilepas oleh polisi. Selly mengaku siap ditahan atas kesalahannya. Ia ditahan bersama 3 tersangka kejahatan kasus lainnya.

Sebelumnya, Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polresta Bogor resmi menetapkan Selly masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) pada tanggal 4 Maret 2010 silam.

Selly disebut-sebut sebagai penipu ulung berparas cantik yang mencari korban di situs jejaring sosial Facebook. Sebelumnya Selly bahkan keluar masuk kerja di perusahaan untuk menipu karyawan.

Dikabarkan juga, korban dari wanita ini mencapai ratusan orang, tersebar di Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, Bekasi, Bandung dan Yogyakarta. Kisah Selly alias Rasellya Rahman Taher (26) ini ramai dibicarakan awal tahun silam.

(aan/fay)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini