"Itu namanya ada perubahan. Tadi bilang setuju. Sekarang pas jalan bilang nggak setuju. Ya tidak konsisten. Kalau dukung, dukung. Nggak, ya nggak," ujar Ketua DPR Marzuki Alie di kantornya, Senayan, Jakarta, Senin (28/3/2011).
Marzuki mengaku pembangunan gedung baru ini sudah dilakukan secara terbuka. Jika ada pihak yang menolak, Marzuki mempersilakan melaporkannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai adanya gugatan oleh Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) bersama dengan LSM-LSM lainnya jika DPR tetap ngotot membangun gedung baru, Marzuki menanggapinya dengan santai. Menurut Marzuki sudah risiko seorang pejabat untuk dituntut dari berbagai pihak.
"Kalau dituntut ya nggak apa-apa. Ini negara hukum. Ini konsekuensi pejabat. Makanya nikmat sekali pejabat ini dituntut. Saya sudah 1,5 tahun dituntut," ungkapnya.
Sedangkan terkait pembangunan rumah dinas pejabat, Marzuki mengaku tidak paham soal peserta tender yang bermasalah. Menurut informasi yang diterima Marzuki dari BPK, tidak ada masalah dalam pembangunan rumah pejabat tersebut. Memang disebut ada kekurangan dalam pembangunan rumah tersebut. Namun tidak masuk dalam substansi pembangunannya.
"Kalau ada laporan bermasalah, saya intervensi. Tapi yang memeriksa bilang nggak ada masalah. Jadi kalau dibilang masalah ya, silakan ke KPK," jelasnya.
(gus/fay)










































