Hal itu disampaikan seorang pejabat senior AS kepada para wartawan di Washington usai NATO setuju untuk memimpin operasi militer di Libya.
"Mandatnya sangat simpel, yakni untuk melindungi warga sipil dan daerah-daerah yang didiami warga sipil dari serangan, dan pasukan-pasukan yang menyerang atau mengancam untuk menyerang warga sipil akan menjadi target NATO," ujar pejabat AS yang tidak disebutkan namanya itu seperti dilansir AFP, Senin (28/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini bukan soal pemberontak, ini soal perlindungan penduduk sipil," imbuhnya.
Serangan udara atas Libya mulai dilancarkan setelah Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi yang mendukung "semua langkah-langkah yang diperlukan" untuk melindungi warga sipil Libya dari serangan pasukan pro-Muammar Khadafi.
(ita/fay)











































