"Pertemuan dengan Dulmatin (sudah tewas), soal laskar FPI. FPI diajak bergabung tetapi tidak disetujui oleh FPI Aceh. Lalu ke pembinaan pesantren di Aceh. Dananya Rp 50 juta untuk biaya pengumpulan biaya santri Aceh," kata Abdulah Sunata saat bersaksi untuk Abu Bakar Baasyir di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Senin (28/3/2011).
Selain soal keterlibatan JAT di Aceh, Sunata banyak membeberkan peran Dulmatin dan Ubaid pada kamp milisi Aceh. Dulmatin merupakan terduga teroris yang tewas dalam penggerebekan di Pamulang. Sementara Ubaid divonis 10 tahun penjara oleh PN Jakrta Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi keterangan Sunata, Baasyir tidak berkomentar banyak. Sebab, Baasyir mengaku tidak mengenal Sunata. "Saya tidak tahu menahu, tidak kenal," ucap Baasyir.
(Ari/ndr)











































