Seperti dikutip Reuters, Senin, (28/3/2011), warga Korut yang juga nelayan ikan ini memutuskan untuk tinggal di Korsel sehingga memicu sengketa diplomatik kedua negara.
Warga Korut ini melintasi perbatasan barat laut yang sempat disengketaan setelah peringatan 1 tahun tenggelamnya kapal Korsel dekat perbatasan tersebut. Sebuah insiden yang meningkatkan ketegangan kedua negara ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perahu nelayan dengan 31 kapal Korut telah berusaha berlayar ke perairan selatan di semenanjung barat untuk memasuki Korsel. Setelah 4 penumpang memutuskan untuk tinggal, pihak berwenang Korut menuduh Seoul memaksakan untuk tinggal di Korsel.
Seperti diketahui, kedua belah pihak secara teknis masih berperang sejak perang 1950-1953 yang berakhir dengan gencatan senjata dan bukan perjanjian damai.
(asp/mok)











































