"Pemerintah Indonesia yang mencintai perdamaian sudah sewajarnya menuntut DK PBB melakukan evaluasi. Alih-alih menyelamatkan rakyat tetapi justru menimbulkan korban," kata anggota politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid.
Hal itu disampaikan dia dalam orasi aksi kepedulian Indonesia untuk krisis Timur Tengah yang diikuti ribuan kader PKS di Lapangan Monas Silang Selatan, Jakarta, Minggu (27/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masyarakat ditindas, banyak masyarakat sipil yang menjadi korban. DK PBB mengeluarkan resolusi untuk menghindari adanya korban," imbuh Hidayat.
Mantan Presiden PKS ini menambahkan, Resolusi 1973/2011 sengaja dikeluarkan DK PBB untuk menghindari korban. Namun, tambahnya, yang sekarang terjadi tentara Inggris, Perancis, Inggris dan Amerika Serikat yang tergabung dalam pasukan sekutu malah tidak mengamankan rakyat sipil.
"Tidak ada satu pun peswat Libya yang ditembak jatuh oleh negara aliansi, tetapi yang tertembak dan meninggal sebagian besar justru rakyat di Libya," kata Hidayat.
Serangan militer kelompok sekutu dilakukan mulai Minggu (20/3/2011) dini hari. 100 Lebih rudal Tomahawk telah diluncurkan. Dua pangkalan Angkatan Laut Libya dilaporkan luluh lantak. Puluhan warga sipil tewas dan ratusan luka-luka.
(vit/irw)











































