"Jakarta saat ini butuh sosok yang punya kapasitas dan intergritas satu tingkat di bawah Presiden," ujar anggota Komisi IX DPR, Nova Riyanti Yusuf dalam diskusi 'Outlook Pemuda: Jelang Pemilukada DKI Jakarta 2012' di Hotel Sofyan, Jl Cut Meutia, Jakarta Pusat, Minggu (27/3/2011).
Menurut Nova, persoalan yang dihadapi Jakarta saat ini tidak kalah rumit dengan masalah yang dihadapi Indonesia. Telah berkali-kali berganti gubernur namun DKI Jakarta tak kunjung bisa menyelesaikan macet, banjir, dan perbaikan kesejahteraan warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal menurut Nova, DKI Jakarta punya pendapatan yang tidak sedikit untuk mengelola infrastruktur transportasi yang lebih baik. Sayangnya dana-dana itu tidak teralokasi dengan baik.
"Biaya kemacetan saja bisa sampai Rp 46 triliun. Ini memprihatinkan," ucap anggota Fraksi Demokrat ini.
Nova menyarankan agar Gubernur DKI mendatang bisa mendengar keluh kesah warga, dan tidak mengelak dari kritik. "Padahal pemilih muda saat ini jumlahnya mencapai 2 juta. Artinya, suara mereka harus diserap. Bukannya mengelak dari kritik," terangnya.
Sejumlah partai besar seperti Partai Demokrat (PD), Golkar, PDIP dan PKS memang mulai menyebut calon 'jagonya' untuk maju di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta yang bakal digelar tahun 2012 nanti.
PD dikabarkan akan mengusung Nachrowi Ramli dan Fauzi Bowo. Sedangkan partai Golkar sudah menyiapkan 3 nama, yaitu Prya Ramadhani, Aziz Syamsuddin, Tantowi Yahya. Begitu pula dengan PDIP yang disebut-sebut akan mencalonkan Rano Karno. Saat ini yang ditunggu-tunggu adalah calon dari PKS, walaupun kabarnya mantan Ketua DPW PKS Triwisaksana akan diusung PKS.
(lia/gun)










































