"Apa benar per ruang seharga Rp 800 juta? Kan tidak wajar. FPDI Perjuangan minta perencanaan ulang dan penundaan pembangunan dulu," kata Ketua FPDIP DPR, Tjahjo Kumolo kepada detikcom, Minggu (27/3/2011).
Sebelumnya, Kepala Biro Pemeliharaan Bangunan dan Instalasi Setjen DPR, Sumirat menuturkan, luas ruangan per anggota DPR setelah dilakukan efisiensi sebesar 111,1 meter persegi. Dengan hitungan Rp 7,2 juta per meter persegi, maka untuk membangun satu ruang anggota DPR saja dibutuhkan anggaran Rp 799.920.000, hampir Rp 800 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia melanjutkan, para prinsipnya sikap FPDIP mendorong melakukan perencanaan ulang pembangunan gedung DPR agar lebih sederhana dan rencana pembangunanya agar ditunda dulu pelaksanaannya.
"Bukannya masyarakat menolak dengan keras. Harusnya DPR sebagai lembaga wakil rakyat juga mendengar suara masyarakat setelah adanya perencanaan ulang yang lebih sederhana kemudian disosialisasikan kepada masyarakat," ujarnya.
"Saya kira masyarakat akan dapat memahami akan kebutuhan gedung baru DPR yang sederhana, tahan gempa dan lebih serbaguna. Jangan terkesan mewah. Apa mau menyaingi Hotel Mulia? Kan tidak," tutupnya.
(lrn/lrn)










































