Di perahu yang sumpek itu, seorang wanita berdarah Etiopia juga melahirkan bayi perempuan. Bersama kedua orangtuanya, bayi itu diangkut oleh sebuah helikopter angkatan laut Italia ke pulau kecil Lampedusa, untuk kemudian dirujuk ke rumah sakit di Sicily. Bayi yang diberi nama Yeabsera (hadiah dari Tuhan), akhirnya itu dapat diselamatkan.
Seorang wanita hamil lainnya juga berhasil di evakuasi dari perahu yang mengalami kerusakan mesin dan sudah terisi air itu.
"Sampai saat ini imigran yang tiba di Lampedusa adalah orang Tunisia," kata Laura Boldrini, juru bocara dari UNHCR Italia, seperti dikutip AFP Minggu (27/3/2011).
"Ini adalah perahu pertama yang datang dari Libya dengan orang-orang yang melarikan diri dari eskalasi militer, dendam dan serangan balas dendam," katanya.
Dia mengatakan, orang di dalam perahu itu membutuhkan perlindungan internasional. Penjaga pantai mengatakan, perahu tidak akan dibawa ke Lampedusa, namun ke pulau terdekat di Linosa dan penumpang akan dibawa ke pusat pengungsian.
Mussie Zerai, seorang pendeta Katolik yang berhasil menghubungi perahu itu, mengatakan, kondisi di perahu sangat sulit dengan 10 anak-anak dan 20 orang wanita.
(lrn/lrn)











































