"Uni Afrika memiliki peran penting dalam penyelesaian krisis Libya," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Mark Toner, seperti dikutip AFP, Minggu (27/3/2011)
"Kami sangat berterima kasih atas penekanan Uni Afrika terhadap perlindungan yang efektif bagi warga sipil dan kebutuhan yang mendesak untuk memberikan bantuan kemanusiaan bagi mereka yang terkena dampak kekerasan."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Resolusi PBB itu memberi otoritas kepada tindakan militer untuk melindungi warga di Libya. Peta jalan Uni Afrika menyerukan langkah cepat untuk mengakhiri peperangan.
"Bekerja sama (dengan) otoritas Libya yang relevan untuk memfasilitasi bantuan kemanusiaan, dan perlindungan bagi semua warga negara asing, termasuk pekerja migran Afrika," demikian pernyataan dari pertemuan di Addis Ababa.
Ketua Komisi Uni Afrika, Jean Ping mengatakan, kelompok yang menentang intervensi militer asing di Libya, ingin "memfasilitasi dialog antara pihak Libya."
Uni Afrika juga mendukung penempatan "periode transisi inklusif yang akan mengarah pada pemilihan lembaga-lembaga demokratis," kata Ping.
(lrn/lrn)











































