Insiden ini terjadi pada Sabtu (26/3/2011) waktu setempat. Asap tersebut diketahui berasal dari oven yang rusak. Asap Sempat masuk ke bagian kabin pesawat dimana penumpang berada.
Salah seorang juru bicara Qantas menuturkan, pesawat Boeing 737 yang membawa 124 penumpang ini terpaksa berbalik arah dan kembali ke Adelaide sesuai dengan peraturan keselamatan penerbangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden ini hanya berselang 3 hari dari insiden kebakaran di kokpit yang menimpa pesawat Airbus A330-200 tujuan Manila-Sydney. Pada Rabu (23/3) lalu, pesawat tesrebut mengalami gangguan listrik yang menimbulkan asap dan kebakaran kecil dekat kaca depan sebelah kiri kokpit. Akibatnya, pesawat dialihkan dan mendarat darurat di Cairns, Queensland.
Seperti diketahui, Qantas telah mengalami beberapa insiden dalam beberapa bulan terakhir. Pada November 2010 lalu, salah satu mesin pesawat superjumbo Airbus A380 milik Qantas meledak saat melintas di Batam. Pesawat pun terpaksa mendarat darurat di Changi, Singapura.
Kemudian pada Januari lalu, penerbangan Qantas bertujuan New York, AS terpaksa mendarat darurat di Fiji setelah pesawat Boeing 747 mengalami masalah dengan katup bahan bakar di salah satu mesinnya. Setelah itu, pesawat Boeing 747 lainnya mengalami masalah mesin tak lama setelah lepas landas dari Bangkok, Thailand. Akibatnya, pesawat terpaksa kembali ke Bangkok.
(nvc/gah)










































