"Warga masih takut, mereka memilih tidur di halaman kuil," kata tulis seorang warga Tachileik sebagaimana dilansir kantor berita AFP, Sabtu (26/3/2011).
Kondisi kota Tachileik pasca gempa digambarkan sudah hampir rata dengan tanah. Di sana-sini terlihat tumpukan batang pohon dan papan kayu yang merupakan bahan utama rumah-rumah warga di sana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga saat ini jumlah korban tewas akibat gempa yang terjadi Jumat (25/3/2011) mencapai 75 orang. Namun seiring lambannya proses tanggap darurat dan kurangnya sarana yang militer Myanmar miliki, jumlahnya diperkirakan bisa terus bertambah.
"Mungkin ada beberapa lokasi yang belum bisa kami jangkau karena keterbatasan alat transportasi dan komunikasi. Jumlah korban tewas bisa bertambah," ujar salah seorang pejabat pemerintah Myanmar.
Pernyataannya senada dengan kekhawatiran yang disampaikan Sai Thein Aung, anggota parlemen dari negara bagian Shan. Putusnya sebagian besar sambungan telepon ikut menyulitkan proses evakuali dan pemantauan kondisi terakhir lokasi bencana.
"Kami tidak punya pengalaman menghadapi bencana seperti demikian. Ini saya sangat khawatirkan," ujarnya.
(lh/gah)










































