penumpang lainnya, Ernest membuat pilot sempat mengancam tidak akan menerbangkan pesawat. Sikap pilot sudah benar karena penerbangan harus sesuai jadwal.
"Pilot sudah benar karena izin terbang ditetapkan Pemerintah. Dan harus diikuti
pilot karena slot terbang terbatas," ujar pengamat penerbangan dan kebijakan publik
Agus Pambagyo kepada detikcom, Sabtu (26/3/2011).
Agus mengatakan insiden double seat tersebut seharusnya diselesaikan oleh ground
handling.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
imbuhnya.
Menurut Agus cara menghindari kesalahan tersebut adalah dengan ,membuat pelayanan
based on IT. Training HRD dengan baik dan buat pengawasan yang lebih baik.
"Lumayan sering peristiwa serupa terjadi," paparnya.
Sebelumnya diberitakan marahnya Pilot Lion Air yang disebut sebagai Kapten Vino, sempat diceritakan oleh Ernest dalam akun twitter @ernestprakasa.
"Akhrnya #CaptVino kluar dr cockpit,dan teriak ke pramugari: JAM BRAPA INI!?!?! KITA UDAH TERLAMBAT! Saat itu udh jam 6.30,flightnya jam 6.15,|" tulis Ernest dalam akun twitternya, Sabtu (26/3/2011).
Dalam akun itu, Ernest menjelaskan, Kapten Vino kemudian didatangi oleh pramugari pesawat dan dijelaskan apa yang sebenarnya terjadi yang membuat pintu belum juga ditutup oleh pramugari.
"Pramugari blg ke kami: kalo kalian ga bisa berangkat,#CaptVino ga mau jalanin pesawat. Tak lama kemudian,bbrp ptugas bandara dtg," tambah Ernest.
Dalam peraturan penerbangan sipil, memang kondisi pintu harus tertutup sebelum pesawat diterbangkan. Semua penumpang juga harus duduk dengan kondisi sabuk pengaman terpasang.
Akhirnya pramugari dan petugas bandara menghampiri Roy Suryo. Setelah melakukan dialog, politisi Partai Demokrat itu turun dari pesawat.
Direktur Umum Lion Air Edward Sirait, ketika dikonfirmasi detikcom, menyatakan akan mengecek hal itu.
"Saya akan cek itu," kata Edward.
(mpr/gah)











































