"Kalau menyangkut internal PKS, saya tidak bisa kasih komentar," ujar Suripto, usai diskusi radio Trijaya di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta, Sabtu (26/3/2011).
Menurut pengamat intelijen yang juga anggota MPP PKS itu, di dalam AD/ART PKS juga sudah ada aturan main untuk penyelesaian konflik internal. Dia juga membantah bila di dalam PKS sedang berlasung pertentangan pandangan antara kelompok tua dengan yang muda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelompok yang berpikiran maju, adalah kader PKS yang menilai PKS sebagai salah satu aset bangsa. Sebaliknya kelompok yang berpikiran mundur, adalah kader yang menilai PKS sebagai milik kepentingan yang kebijakan politiknya disesuaikan agenda perjuangan bersifat pribadi.
"Kelompok terakhir ini sudah tidak ada. Hampir semua kader PKS berpikiran maju, progresif," sambung pria paruh baya berkaca mata itu.
Lalu bagaimana dengan dengan Yusuf Supendi? Apakah salah seorang pendiri PK yang merupakan cikal bakal PKS itu masuk dalam kelompok berpikiran maju atau mundur?
"Bukan keduanya. Beliau terlalu memberi reaksi yang ukurannya menurut dia sendiri, tidak dibicarakan bersama. Misalnya ya sekarang ini, kalau mau bisa dibicarakan sekalipun dia sudah di luar," jawab politisi senior PKS itu.
Seperti diberitakan sebelumnya, sepekan terakhir Yusuf Supendi menyampaikan kabar mengenai dugaan penyalahgunaan keuangan partai dan penyimpangan etika beberapa elit politisi PKS. Yusuf melaporkannya kepada KPK dan meminta perlindungan LPSK terhadap ancaman keselamatan yang dia terima.
(lh/gah)











































