Demikian seperti diungkapkan oleh tetangga kontrakan Agnes, Iin (28) kepada wartawan di sekitar lokasi rekonstruksi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (26/3/2011).
"Seminggu sebelum kejadian ada keributan antara Kharisma dengan ibunya," ujar Iin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait keributan yang terjadi antara Agnes dan ibunya, menurut Iin, hal tersebut memang sering terjadi. Namun, dia mengaku tak tahu hal apa yang menjadi dasar keributan tersebut.
"Biasalah (ribut)," ucapnya singkat.
Pembunuhan ini terjadi pada 7 Februari 2011. Saat itu, Agnes baru pulang sekitar pukul 02.00 WIB. Setelah disimpan 3 hari di rumah, jenazah Agnes ditemukan di selokan Jl Joe, Jagakarsa, tak jauh dari rumahnya pada Minggu, 13 Februari.
Polisi telah menangkap tiga tersangka dalam pembunuhan ini. Otak pembunuhan ini adalah ibu kandung Agnes sendiri. Ibu Agnes mengaku ingin membunuh anaknya karena sakit hati atas perlakuan kasar anaknya. Kedua eksekutor yang berinisial S (Sonny) dan U (Uwak) alias Warto dibayar Rp 2 juta lebih untuk menghabisi nyawa perempuan muda itu. Ketiganya kini meringkuk di tahanan.
(nvc/gah)










































