Aksi yang digelar di Jalan Menoreh Raya, Kawasan Jembatan Besi, Sampangan, itu berakhir sekitar pukul 10.00 WIB, Sabtu (26/3/2011). Mahasiswa dari Undip dan UNS itu mengakhiri aksinya dengan membaca pernyataan sikap.
Mahasiswa menilai Boediono sebagai penanggung jawab penyelesaian mafia pajak lambat dalam bekerja. Terbukti, hingga saat ini, kasus tersebut tidak jelas arahnya. Bahkan terkesan mandeg.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, mahasiswa memaksa menggelar aksi di pinggir jalan yang dilintasi Boediono, tapi dilarang. Polisi membarikade mahasiswa di sebuah gang kecil, 20 meter dari jalan raya. Alhasil, aksi atas nama BEM Seluruh Indonesia itu hanya berlangsung di tempat tersebut.
Mahasiswa sempat berusaha membobol barikade tapi gagal. Akhirnya, mereka berteatrikal dengan berjalan mundur sambil menebar bunga. "Ini tandanya penanganan mafia pajak, mundur. Dan, penegakan hukum telah mati," kata mahasiswa.
Setelah mengakhiri aksinya, sejumlah mahasiswa mengajak polisi berjabat tangan. Perasaan tegang, baik mahasiswa maupun polisi pun mencair. Mahasiswa meninggalkan lokasi dengan tertib, sementara polisi tak beranjak.
(try/gah)











































