Kisruh PKS Hanya Berlaku di Jakarta, Daerah Tetap Solid

Kisruh PKS Hanya Berlaku di Jakarta, Daerah Tetap Solid

- detikNews
Sabtu, 26 Mar 2011 07:26 WIB
Jakarta - Kisruh PKS hanya dirasakan di Jakarta. Bagi kader di daerah, kesolidan tetap terjaga, meski sempat ada yang bertanya tentang 'nyanyian' yang dilakukan oleh bekas pendiri Partai Keadilan, Yusuf Supendi.

"Kader-kader percayakan semua pada sikap DPP, kalau ada kader yang bertanya langsung kami/DPW klarifikasi dan alhamdulillah semua pada solid," kata Ketua DPW PKS Gorontalo, Helmi Adam, kepada detikcom, Sabtu (26/3/2011).
 
Menurut Helmi, akhir-akhir ini kadernya disibukkan dengan persiapan struktur untuk verifikasi parpol dan rekrutmen kader baru. Sehingga tidak terlalu terpengaruh dengan gonjang-ganjing di Jakarta.

"Beban dan target rekrutmen jauh lebih strategis dan bebannya jauh lebih berat, sehigga tidak terlalu terpengaruh dengan gonjang-ganjing di Jakarta," tambahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal yang sama juga dikatakan anggota Komisi III DPR asal PKS Nasir Djamil. Menurut calon dari Dapil Aceh ini, aksi Yusuf Supendi tak mempengaruhi kesolidan kader di wilayahnya. Rumor soal faksi keadilan dan faksi sejahtera pun dibantah.

"Sampai saat ini sih belum berpengaruh," komentarnya singkat.

Kisruh di tubuh PKS mencuat tatkala Yusuf Supendi, salah satu pendiri Partai Keadilan yang merupakan cikal bakal PKS, mengadukan sejumlah petinggi PKS ke Badan Kehormatan DPR dan KPK. Dia juga menuding poligami mereka bermasalah. Yusuf juga mengatakan akan membuka kartu kenakalan Sekjen PKS Anis Matta saat remaja dahulu kepada istri pertama Anis, Anaway Irianti Mansyur.

Tak lama setelah membeberkan 'aib' petinggi PKS, Yusuf Supendi mengaku menerima banyak teror dan ancaman melalui SMS. Dia pun mengadu ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Petinggi PKS menyebut tuduhan Yusuf sebagai fitnah dan akan membiarkan Yusuf bicara sepuasnya.

(mad/mad)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini