"Mungkin kita matikan yang tidak perlu saja, tapi kalau di dalam bisa geger nanti. Mengurang di luar saja, kalau total bisa heboh," kata Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (26/3/2011).
Menurut Ridwan, penghematan listrik memang menjadi tanggung jawab semua pihak. Namun, khusus untuk aksi simpatik bertajuk Earth Hour tersebut akan sulit dilakukan pengelola mal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, para pengelola mal sejak awal sudah berkomitmen untuk menghemat listrik. Misalnya dengan cara menggunakan lampu hemat energi, peralatan listrik yang hemat energi, hingga mematikan lampu di tempat-tempat yang tidak digunakan.
"Listrik sudah menjadi cost paling besar di mal, bisa 60 persen. Mau nggak mau, kita harus hemat. Saya kira itu sudah dilakukan. Kalau enggak bisa rugi," ucapnya.
Kampanye Earth hour dengan cara mematikan lampu dan peralatan elektronik selama satu jam ini akan mulai pukul 20.30 WIB sampai pukul 21.30 WIB. Ini adalah tahun kedua Pemerintah DKI Jakarta mengeluarkan imbauan penghematan. Diharapkan dengan mematikan listrik selama satu jam, bisa menghemat energi sebanyak 300 megawatt.
Untuk tahun ini, pusat kegiatan Earth Hour akan dilaksanakan di halaman Gedung Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Warga Jakarta bisa datang untuk ikut berpartisipasi.
(mad/mad)










































