Dilansir AFP, Jumat (25/3/2011), pesawat militer Qatar telah sudah bergabung untuk membantu penerapan resolusi PBB tentang zona larangan terbang di Libya. Informasi ini disampaikan oleh kantor berita Qatar.
Belum jelas sejak kapan Qatar bergabung dan lokasi mana saja yang menjadi target operasi mereka. Namun dua jet Qatar dan pesawat C-17 Globemaster telah mendarat sejak Selasa (22/3) lalu di Siprus untuk mengisi bahan bakar. Tayangan televisi lokal menyebutkan pesawat tersebut akan bergerak menuju ke pusat pangkalan militer AS di Crete.
Uni Emirat Arab juga segera membantu sekutu untuk aksi militer ini. Mereka sudah menyiapkan enam pesawat F-16 dan mengimbau negara Arab lainnya untuk melakukan hal yang sama.
Sebelumnya, 22 negara yang tergabung dalam liga Arab memang mengusulkan agar ada zona larangan terbang di Libya. Menlu AS Hillary Clinton juga berharap ada kontribusi aktif dari negara Arab dalam operasi ini.
(mad/mad)











































