Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi menyatakan meski tidak menutup kemungkinan ada kepentingan di luar PKS yang bermain sehingga ada yang menjadi kuda troya untuk mengkerdilkan PKS, namun adanya persoalan di internal partai ini tidak bisa dipungkiri. Sehingga jika PKS solid, tidak akan bisa diintervensi oleh pihak luar yang mencoba bermain di air keruh.
"Saya melihat memang ada persoalan di internal PKS akibat adanya perbedaan pandangan. Salah satunya adalah ada pihak yang masih belum bisa menerima jika PKS menjadi partai terbuka, lebih nasionalis dan mempribumisasi. Dan ini menjadi persaingan dua orientasi yang berbeda di tubuh PKS. Selain itu, bisa jadi ada juga kekecewaan secara personal yang melebar menjadi persoalan lembaga," kata Burhanuddin Muhtadi kepada wartawan di Jakarta, Jum'at (25/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemungkinan itu bisa saja terjadi karena kita tahu saat itu, ketika hak angket pajak bergulir, PKS berseberangan dengan partai penguasa. Di sisi lain, PKS juga mulai mengubah paradigmanya menjadi partai terbuka, nasionalis, dan lebih merakyat. Terkait ini, selain muncul perbedaan pandangan di internal, juga membuat kelompok tertentu khawatir karena suara PKS potensial naik," ujarnya.
Burhanuddin berharap, PKS bisa mengambil jalan keluar terbaik atas persoalan ini. Tidak perlu melayangkan gugatan yang sama, seperti yang dilakukan Yusuf Supendi, karena bisa membuat polemik ini berkepanjangan dan tidak ada titik temu. "Menurut saya islah menjadi jalan terbaik. Semua yang terlibat dalam persoalan ini duduk bersama dan kembali bersatu untuk kepentingan partai yang lebih besar," pungkasnya
(zal/mad)











































