PDS HB Jassin Dapat Sumbangan Rp 102 Juta dari Masyarakat

PDS HB Jassin Dapat Sumbangan Rp 102 Juta dari Masyarakat

- detikNews
Jumat, 25 Mar 2011 16:05 WIB
Jakarta - Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin terancam gulung tikar karena minimnya anggaran yang disediakan Pemprov DKI. Kondisi ini rupanya menarik simpati dari banyak pihak termasuk dari kalangan pengusaha untuk menyumbang.

"Kita berterima kasih atas kepedulian banyak pihak yang telah menyumbangkan kemampuannya untuk mempertahankan PDS HB Jassin," ujar  Kepala Pelaksana PDS HB Jassin Arianty Isnamurti, saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (25/3/2011).

Arianty tak menyangka kepedulian masyarakat Indonesia sangat besar terhadap permasalahan ini. Menurutnya saat ini sumbangan yang telah terkumpul sebesar Rp 102.682.500.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari masyarakat yang menggelar pengumpulan koin jumlahnya mencapai Rp 2.628.500 dimana Rp 1.247.000 itu berasal dari sumbangan seorang penulis Kurnia Effendi dan dari kalangan mahasiswa, Universitas Negeri Jakarta hasil mengumpulkan koin sebanyak Rp 835.500 dan Universitas Islam Negeri mencapai Rp 600.000," terangnya.
 
Koin itu diperoleh ketika Kurnia meluncurkan buku terbarunya bertajuk Anak Alroji yang diselengarakan di Kedai Ilalang, Taman Kuliner, Kalimalang, Jakarta Timur, pada 19 Maret 2011. Aksi pengumpulan koin peduli ini diberi nama 'Koin Untuk PDS'.

"Sudah terima langsung oleh yang bersangkutan, pada 23 Maret," sebut Arianty.

Selain dari kalangan masyarakat, PDS HB Jassin juga mendapatkan sumbangan dari pengusaha Ir. Ciputra. Ir. Ciputra langsung mengantarkan sumbangannya ke PDS HB Jassin yang terletak di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta Pusat.

"Benar (Ir. Ciputra) memberikan sumbangan. Beliau langsung memberikan selembar cek senilai Rp 100 juta. Jadi ditambah yang dari masyarakat Rp 102.682.500," beber wanita berkacamata ini.

Dia berjanji PDS HB Jassin tentunya akan menggunakan sumbangan tersebut dengan sebaik-baiknya.

"Kita akan pergunakan uang itu semaksimal mungkin. Seperti yang sudah saya katakan, tahap awal kita akan pergunakan uang tersebut untuk pendokumentasian, pemeliharaan dokumen yang lebih teratur," tandas Arianty.

(lia/gun)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini