"Iya, memang sulit (mengungkap penembak Shakira)," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jakarta Raya Kombes Baharudin Djafar di kantornya, Jakarta, Jumat (25/3/2011).
Baharudin mengaku, sulitnya mengungkap pelaku penembakan Shakira karena saksi yang minim. "Kesulitannya gelap, saksi tidak bisa lihat langsung muka pelaku. Identifikasinya susah," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baharudin mengatakan seorang anggota polisi yang semula dicurigai sebelumnya diamankan. Namun, yang bersangkutan dilepaskan karena
berdasarkan uji balistik senjata yang digunakan pelaku tidak cocok dengan senjata polisi itu.
"Senjatanya ternyata lain, bukan milik dia (anggota polisi)," katanya.
Dalam kesempatan terpisah, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Herry Rudolf Nahak mengaku telah mengantongi ciri-ciri pelaku.
"Tapi belum bisa memastikan pelakunya," kata Nahak.
Sedangkan hasil laboratorium forensik, peluru yang digunakan pelaku adalah peluru timah. "Senjatanya revolver," ujar Nahak.
Shakira dan 2 rekannya, Tatan dan Agus alias Venus, ditembak orang tidak dikenal pada Kamis 10 Maret 2011 dini hari.
Shakira tewas. Sedangkan Tatan dan Agus terluka dan dirawat di RSCM.
Belum diketahui motif penembakan tersebut.
Taman Lawang adalah kawasan di Jakarta Pusat yang biasa digunakan para waria kongkow-kongkow. Banyak di antara mereka yang berdandan menor sehingga terlihat mencolok dari jalanan. Sementara perumahan di kawasan itu termasuk kawasan elite Ibukota.
(mei/aan)










































