Dua personel Datuk T yang ditangkap itu adalah mantan kepala menteri negara bagian Malaka Tan Sri Abdul Rahim Tamby Chik dan pengusaha Datuk Shazryl Eskay Abdullah. Demikian diberitakan The Star, Jumat (25/3/2011).
Sekretaris Deputi Komisioner Polisi Bukit Aman Datuk Ghazali Md Amin menuturkan, sejumlah barang yang bisa digunakan sebagai barang bukti juga disita dari keduanya. "Satu dari mereka mengatakan kepada kami di mana video seks itu difilmkan dan kami telah mengirim tim forensik dan penyelidik ke lokasi kejadian." tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Ismail Omar menuturkan, polisi juga mencoba untuk memastikan identitas orang-orang yang terlihat dalam video, termasuk siapa yang telah melakukan perekaman itu.
"Ada beberapa hal yang kita sedang cari sekarang," katanya ketika berbicara kepada wartawan hari ini.
Pada hari Kamis (24/3), Abdul Rahim dan Eskay menyerahkan video seks asli dan arloji Omega kepada polisi di Dang Wangi. Keterangan mereka juga dicatat.
Orang ketiga dari Datuk T adalah bendahara kelompok Perkasa, Datuk Shuib Lazim.
Ketika ditanya mengapa kedua datuk itu tidak ditangkap saat mampir ke kantor polisi Dang Wangi kemarin, Ismail menjawab,"Apa kejahatan (yang mereka akui), coba Anda katakan pada saya."
Namun, ia menambahkan, jika penyelidikan menunjukkan bahwa trio itu terlibat, dan jika ada bukti yang cukup, polisi akan menahan mereka.
"Biarkan kami memastikan apakah mereka telah melanggar hukum dulu. Kita selalu bisa menangkap mereka nanti," katanya.
Ismail juga mendesak masyarakat untuk tidak berspekulasi tentang masalah tersebut dan memberikan waktu pada polisi untuk melakukan pekerjaan mereka.
"Kami menyelidikinya secara menyeluruh dan secepat mungkin," katanya.
(nrl/vta)











































