Ketua DPR Minta ICW Beri Bukti Soal Beking Impor BlackBerry Ilegal

Ketua DPR Minta ICW Beri Bukti Soal Beking Impor BlackBerry Ilegal

- detikNews
Jumat, 25 Mar 2011 14:14 WIB
Jakarta - Ketua DPR Marzuki Alie meminta ICW memberikan bukti atas pelaporan Wakil Ketua Komisi III DPR, Aziz Syamsuddin ke Badan Kehormatan (BK) DPR terkait impor BlackBerry ilegal. Dan seandainya ada bukti kuat, ICW disarankan melaporkan masalah ini ke penegak hukum.

"Harus didalami dulu apakah betul Komisi III DPR ke Tanjung Priok ada kaitan dengan kontainer selundupan. Kalau betul berkaitan dengan itu kan tidak sepatutnya mereka melakukan itu. Tapi, saya kira mereka kesana dalam rangka melaksanakan tugas. Untuk memastikan tentu harus meminta keterangan dari Bea Cukai, apakah benar ada abuse of power, pengeluaran kontainer itu sesuai aturan atau tidak," ujar Marzuki kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (25/3/2011).

Hal ini disampaikan Marzuki menanggapi laporan ICW terkait Aziz ke BK DPR. ICW melaporkan Aziz ke BK DPR atas tudingan membekingi impor miras dan BlackBerry ilegal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Marzuki, sebagai pelapor, ICW harus membuktikan tudingannya. Sehingga tudingan ICW tidak hanya menjelekkan nama baik DPR.

"Bahwa ICW melaporkan maka mereka harus membuktikan kebenarannya, termasuk meminta data dan keterangan dari Bea dan Cukai. Jadi jangan melaporkan tanpa ada pengecekan dulu. Kalau faktanya ada, ICW silakan mengambil langkah sesuai aturan yang berlaku," imbaunya.

Menurut Marzuki laporan ICW ke BK DPR kurang tepat. Sebab yang dituduhkan adalah pelanggaran hukum yang menjadi ranah penegak hukum.

"Laporan ke BK juga kurang tepat. Sebab, kalau tindakan yang mengakibatkan pelanggaran hukum oleh anggota DPR bukan di BK tapi di penegak hukum. Saya tidak mau mengomentari dulu karena mereka melaporkan bahwa kunjungan ke Tanjung Priok dalam rangka melaksanakan tugas," tutur Marzuki.

(van/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini