Peristiwa ini terjadi, Jumat (25/3/2011) pagi. Saat itu KA Prameks yang dikemudikan masinis Bobi sedang langsir untuk pindah jalur sebelum berangkat ke Yogyakarta. Langsirnya KA Prameks ini hingga melintasi pintu perlintasan di Jl S Parman, karena letaknya hanya sekitar 200 meter.
Pada saat bersamaan, mobil pick up pengangkut sayuran melintas perlintasan. Akibatnya mobil terseret hingga sejauh lima meter. Seluruh penumpang mobil yang berjumlah tiga orang berhasil melompat keluar dari mobil karena kereta menyeret mobil cukup pelan, hanya sekitar 10 km/jam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat kejadian pintu perlintasan masih terbuka dan tidak terdengar bunyi sirine tanda kereta api lewat. Saat melewati perlintasan, kereta yang sedang berjalan mundur menyeruduk mobil kami. Kami langsung melompat turun sehingga hanya mengalami luka ringan, tetapi mobil ringsek," papar Basiroh.
Kepala Stasiun Balapan Solo, Agus Wijayanto, mengatakan petugas palang pintu terlambat menutup pintu perlintasan, sehingga saat kereta langsir, palang pintu belum tertutup. Tapi keterangan berbeda disampaikan Humas PT KAI Daops VI, Eko Budiyanto. Menurutnya, saat kejadian suara peringatan telah berbunyi dan palang pintu dalam proses ditutup.
"Seharusnya sopir kendaraan menghentikan kendaraannya meskipun palang pintu belum tertutup. Palang pintu KA bukan satu-satunya alat keselamatan di perlintasan karena telah ada rambu-rambu," ujarnya.
Eko mengatakan akibat kecelakaan tersebut, PT KAI mengalami kerugian karena salah satu gerbong dan wesel rel juga mengalami kerusakan. Selain itu perjalanan KA Prameks juga mengalami keterlambatan.
Sementara itu untuk perawatan korban, PT KAI akan memberikan santunan perawatan selama di rumah sakit melalui Jasa Raharja. Sedangkan masinis KA Prameks, asisten masinis, petugas langsir, petugas pintu perlintasan, serta serta petugas pengatur perjalanan KA saat ini diperiksa di Polresta Surakarta.
(mbr/fay)










































